googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Jun 2019 23:00 WIB

Sempat Alot hingga Diskors, Ini Hasil Rapat Jonan dan DPR

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Rapat kerja Komisi VII DPR dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyetujui asumsi dasar sektor ESDM Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Asumsi ini disepakati setelah sebelumnya dibahas antara Komisi VII dan pejabat eselon I Kementerian ESDM.

Dalam rapat sebelumnya, terjadi perubahan volume subsidi solar dari 15,58 juta kiloliter (KL) menjadi 15,31 juta KL. Kemudian, volume elpiji 3 kg dari 6,978 juta Mton menjadi 7,000 juta Mton.

Subsidi terbatas minyak solar (gas oil 48) untuk maksimalnya turun dari Rp 2.000 per liter menjadi Rp 1.500 per liter.


Keputusan rapat dibacakan rapat pimpinan rapat Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu.

"Dengan mengucap alhamdulillah raker ditutup," Gus Irawan, Kamis (20/6/2019).

Sebagai informasi, rapat sempat berjalan alot karena Wakil Ketua Komisi VII Muhammad Nasir sempat meminta pemerintah untuk menyediakan data penerima cost recovery.

"Saya minta data itu, jangan ketok-ketok aja. Harus dijelaskan. Saya minta data itu saja. Sampaikan di sini. Pembayaran US$ 10-11 miliar ini dari perusahaan mana saja," kata Nasir.


Rapat lanjutan yang harusnya tinggal meminta persetujuan akhirnya berjalan cukup lama, dari pukul 20.30 dan baru ditutup pada pukul 22.30. Rapat bahkan sempat diskors, hingga akhirnya memutuskan dua kesimpulan:

Pertama
, rincian asumsi dasar sektor ESDM:

1. ICP US$ 60/barel

2. Lifting migas 1.893 ribu BOEPD

-lifting minyak bumi 734 ribu BOPD
-lifting gas bumi 1.159 ribu BOEPD
-cost recovery US$ 10-11 miliar

3. Volume BBM dan Elpiji Bersubsidi

Volume BBM bersubsidi 15,87 juta KL
-minyak tanah 0,56 juta KL
-minyak solar 15,31 juta KL

4. Volume Elpiji 3 Kg 7,000 juta ton

5. Subsidi tetap minyak solar (gas oil) batas atas Rp 1.500 per liter

6. Subsidi listrik Rp 58,62 triliun.

Dalam simpulan ini Fraksi Demokrat memberi catatan untuk cost recovery perlu pendalaman lebih lanjut.

Kedua, Komisi VII sepakat dengan Menteri ESDM menetapkan pagu indikatif RAPBN 2020 sebesar Rp 9.666.330.480

1. Setjen Rp 414.523.371
2. Itjen Rp 89.655.172
3. Ditjen Migas Rp 4.460.960.589
4. Ditjen Gatrik Rp 133.866.727
5. Ditjen Minerba Rp 442.901.431
6. Setjen DEN Rp 53.034.444
7. Balitbang Rp 575.000.000
8. BPSDM Rp 776.150.288
9. Bageol Rp 920.856.007
10. BPH Migas Rp 249.700.000
11. Ditjen EBTKE Rp 1.489.645.731
12. BPMA Rp 60.036.720 (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com