Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Jun 2019 23:05 WIB

Soal Sidang Kasus Tumpahan Minyak Montara, Luhut: Kita Harap Menang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Proses sidang Kasus tumpahan minyak dari lapangan migas Montara yang merembes ke Laut Timor mulai berjalan di Australia. Informasi itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut optimistis Indonesia akan menang dalam sidang tersebut.

"Sudah mulai sidang di Australia, saya dengar laporan berjalan dengan cukup bagus. Kita berharap kita menang," kata Luhut di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jumat (21/6/2019).


Luhut memastikan ganti rugi juga menjadi salah satu yang akan dikejar oleh tim tersebut dalam pengadilan.

"Saya lupa angkanya. Memang kita minta ganti rugi sesuai dengan perkiraan dari tim hukum kita," kata Luhut.

Sebagai informasi, kasus Montara berawal dari bocornya minyak mentah ke Laut Timor, perairan Indonesia. Kebocoran ini terjadi lantaran unit pengeboran West Atlas di lapangan migas Montara meledak dan terbakar.


Alhasil, terjadi kebocoran minyak mentah hingga ke Laut Timor pada 29 Agustus 2009 dan berlangsung selama 74 hari. Pada 3 November 2009 kebocoran berhasil diatasi, namun minyak mentah terlanjur mencemari perairan di Laut Timor

Pada April 2019, Tim Montara Task Force yang dibentuk Menko Luhut berangkat ke Canberra, Australia, untuk menyelesaikan proses hukum terhadap dampak yang terjadi dari tumpahan minyak Montara. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed