Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Jul 2019 06:51 WIB

Serba-serbi Tambang Bawah Tanah Freeport

Trio Hamdani - detikFinance
1 Produksi Turun 50%
Halaman 2 dari 4
Tambang bawah tanah Freeport Indonesia. Foto: Angga Aliya ZRF Tambang bawah tanah Freeport Indonesia. Foto: Angga Aliya ZRF

Produksi mineral di Tambang Grasberg, Papua yang dikelola PTFI turun sekitar 50%. Hal itu karena adanya transisi kegitan operasional tambang terbuka ke tambang bawah tanah pada akhir 2019.

"Produksinya 40-50% berkurangnya," kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas di Tambang Grasberg, Papua, Minggu (28/7/2019).

Dia menjelaskan, saat ini tambang bawah tanah memang belum bisa beroperasi secara penuh sebelum tambang terbuka setop operasi secara total.

"Jadi produksi kita kan memang turun signifikan karena open pit-nya harusnya selesai dulu baru undergorund-nya bisa fully develop, sehingga memang ada penurunan produksi," jelasnya.

Meskipun begitu, dia memastikan dari sisi keuangan, PTFI masih tetap mencatatkan profit atau keuntungan.

Di masa transisi ini, mayoritas hasil tambang berasal dari tambang bawah tanah. Sedangkan tambang terbuka hanya tinggal pengerukan sisa mineral yang ada.

(toy/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com