Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Agu 2019 15:10 WIB

Terangi Daerah Terpencil, PLN Disuntik Rp 6,5 T dari Jokowi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Pemerintah menambah penyertaan modal negara (PMN) kepada PT PLN (Persero) sebesar Rp 6,5 triliun. Suntikan itu dilakukan untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha perseroan.

Atas suntikan modal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT PLN.

"Nilai penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud sebesar Rp 6.500.000.000.000,00 (enam triliun lima ratus miliar rupiah)," bunyi Pasal 2 ayat (1) Perpres ini seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis (1/8/2019).

Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo mengatakan, biasanya tambahan dana ini bakal dimanfaatkan untuk meningkatkan keandalan listrik hingga memperluas jaringan listrik ke pulau-pulau terpencil.

"Biasanya digunakan untuk peningkatan keandalan, perbaikan susut, penurunan biaya pokok penyediaan dan perluasan jaringan khususnya daerah 3 T (pembangunan infrastruktur kelistrikan yang masih belum menikmati listrik di daerah tertinggal, pulau terdepan, dan terluar)," kata Suryo kepada detikFinance, Kamis (1/8/2019).


Penambahan penyertaan modal negara sebagaimana itu sendiri bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2019.

"Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," bunyi Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2019, yang telah ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 23 Juli 2019.



Simak Video "Aksi Para Srikandi PLN Menjaga Pasokan Listrik di Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com