Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Feb 2020 15:05 WIB

BPH Migas Resmikan Groundbreaking Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang

Akfa Nasrulhak - detikFinance
BPH MIgas Foto: Akfa Nasrulhak
Semarang -

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial bersama Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa melakukan groundbreaking proyek pembangunan pipa gas ruas transmisi Cirebon-Semarang di Rest Area Tol KM 379A, Ruas Tol Semarang-Batang. Proyek pipa sepanjang 255 km ini sesuai dengan rencana induk di mana pada 2006 BPH Migas telah melakukan lelang ruas transmisi dan menetapkan PT Rekayasa Industri (Rekind) ditetapkan sebagai pemenang lelang.

"Peran gas perlu terus ditingkatkan sebagai sumber energi primer dalam kebutuhan energi. Sebagai ilustrasi, saat ini porsi daripada (kebutuhan gas) domestik kita sudah mencapai 64% jadi sisanya sekitar 36% masih yang dalam bentuk ekspor baik itu melalui pipa maupun LNG. Pembangunan pipa transmisi merupakan bagian dari visi dan strategi pemerintah dalam mengelola pemanfaatan gas bumi untuk mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan," ucap Ego dalam sambutannya mewakili Menteri ESDM dalam acara Groundbreaking Proyek Pembangunan Transmisi Gas Ruas Cirebon-Semarang di Rest Area Tol KM 379A Ruas Tol Semarang-Batang, Jumat (7/2/2020).

Untuk mendukung hal tersebut, lanjut Ego, penyediaan infrastruktur gas bumi terus didorong dalam rangka memenuhi kebutuhan industri, sehingga mewujudkan pemerataan pembangunan dan mengacu pertumbuhan ekonomi. Mengingat gas bumi bukan hanya sebagai komoditi ekspor semata tetapi sebagai modal pembangunan nasional.

"Pengelolaan energi diarahkan menuju energi berkeadilan dengan harga terjangkau dan pengelolaan yang efisien. Pemerintah terus berupaya mempercepat infrastruktur gas untuk memenuhi kebutuhan gas yang meningkat seiring pertumbuhan perekonomian. Dengan adanya pembangunan ruas Cirebon-Semarang ini, kita harapkan dapat mendukung peningkatan penggunaan gas domestik sejalan rencana pemerintah untuk mengembalikan atau memenuhi seluruh produksi gas kita untuk sepenuhnya domestik," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan proyek pipa Cirebon-Semarang ini merupakan infrastruktur strategis yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang akan menghubungkan pipa sepanjang Jawa (trans Jawa) dari Banten hingga Jawa Timur dengan Panjang ±1.538 Km.

"Proyek pipa ini ada dalam RJPMN, ada juga dalam Proyek Strategis Nasional. Proyek ini hasil dilelang dan tadi disebutkan ada dalam Perpres 79 Tahun 2019, jadi ini sudah lengkap untuk mesti dibangun," ujar Ifan, sapaan akrabnya.

Adapun kapasitas desain proyek ini adalah 350 sampai 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Di mana nilai toll fee yang akan berlaku adalah 0,36 US$ per MMBTU. Tarif toll fee ini sudah berdasarkan hasil lelang sehingga lebih efisien karena mendekati nilai toll fee tertimbang nasional yang sebesar 0,353 US$ per MSCF.

Ifan menjelaskan, untuk pasokan gas cukup melimpah. Salah satunya saat ini pasokan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang memiliki kapasitas produksi gas sebesar 192 MMSCFD dan cadangan 2,5 triliun kaki kubik (TCF) yang akan dialirkan melalui pipa gas Gresik-Semarang.

"Nanti juga ada tambahan pasokan dari yang lainnya. Nah selain itu, seperti kita tahu kebijakan Kementerian ESDM karena nanti kontrak 2023 itu akan habis ekspor ke Singapura sebesar 300 MMSCFD, maka ini ada potensi suplai gas yang siap untuk kebutuhan dalam negeri. Di mana pipanya sudah ada, yang bisa nyambung ke pipa ini," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Rekayasa Industri, Yanuar Budinorman mengatakan proyek pipa gas transmisi Cirebon-Semarang ini memang proyek yang sangat ditunggu sejak lama. Karenanya, pihaknya akan berkomitmen atas pembangunan proyek tersebut.

"Sesuai dengan tugas kami yang bukan semata sebagai profit oriented semata, namun juga sebagai bertugas sebagai oriented development. Sehingga pembangunan pipa ini mudah-mudahan berdapat pada perekonomian yang akan meningkat dan diharapkan kesejahteraan masyarakat juga meningkat," jelasnya.

Dalam groundbreaking tersebut, hadir pula Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya (Ulama), Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden Yusuf didi setiarto, Gubernur Jawa Tengah yang Diwakili PLH Sekda Heru Setyadi, perwakilan Bupati/Walikota sepanjang Cirebon-Semarang dan Kepala BPH Migas Periode 2003-2007 dan 2007-2011 Tubagus Haryono yang melelang proyek pipa Cirebon-Semarang 2006 silam.

BPH Migas Resmikan Groundbreaking Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang


Simak Video "Jaringan Gas Tekan Impor LPG Hingga Rp 216 M dalam Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com