Penjelasan Lengkap soal Kabar Shell Mundur dari Proyek Masela

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 06 Jul 2020 21:22 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Shell Upstream Overseas Ltd akan melepas hak partisipasi (participating interest/PI) di Lapangan Abadi Blok Masela, Maluku. Di proyek ini, Shell menggenggam PI 35%, sementara Inpex Corporation 65%.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Julius Wiratno mengatakan, Shell secara resmi belum menyatakan mundur. Namun, Shell sedang berdiskusi dengan Inpex dan beberapa mitra potensial untuk pengalihan PI tersebut.

"Shell belum secara official mundur dari Masela, tetapi sedang berdiskusi untuk pengalihan participating interest dengan Inpex dan beberapa potensial partner lainnya. Baru akan buka data room. Nanti kalau sudah ada partner baru ya PI-nya bisa berubah," kata Julius kepada detikcom, Senin (6/7/2020).

Dia bilang, dengan pencarian mitra baru bertanda Shell bisa melepas sebagian atau seluruh PI-nya. Terpenting, kata dia, proyek tetap jalan.


"Kalau sedang mencari partner ya itu mungkin tanda-tanda akan melepas sebagian atau seluruhnya PI tersebut ya. Yang penting proyek tetap jalan terus meskipun agak tersendat ya," terang Julius

Julius menegaskan keputusan resmi mundur atau tidaknya tergantung Menteri ESDM. Ia juga tak memaparkan secara rinci sebab Shell berencana melepas PI-nya.

"Official-nya nanti kalau pengalihan PI tersebut mendapat persetujuan dari Menteri ESDM," ujarnya.

"Kita juga belum tahu akan dilepas sebagian atau semuanya kan, ikuti saja prosesnya, baru akan buka data room, jalan masih panjang, yang penting proyek Masela jalan terus," tutupnya.



Simak Video "Jokowi Minta Konten dan Pekerja Lokal Diberdayakan di Blok Masela"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)