Ahok Mau Bos Pertamina Diambil dari 'Staf Biasa', Memang Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2020 17:27 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sosok Direktur Utama (Dirut) di perusahaan pelat merah seringnya diambil dari perseroan lain. Namun Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ingin membuat gebrakan baru.

Dia membuka kesempatan untuk seluruh pegawai Pertamina bisa menempati berbagai posisi strategis seperti Senior Vice President (SVP), hingga jajaran direksi. Dengan begini, ke depannya petinggi Pertamina tidak perlu berasal dari pihak luar.

"Membuka kesempatan kepada seluruh insan Pertamina golongan yang PRL-nya (Pertamina Reference Level) di bawah 15 pun anda berhak untuk ikut test menduduki posisi sampai SVP (Senior Vice President). Harapan kita ke depan nanti Dirut Pertamina pun tidak perlu lagi dari BUMN lain, tapi bisa dari insan Pertamina yang mendudukinya," kata Ahok dalam video yang diunggah oleh Pertamina, dikutip Jumat (17/7/2020).

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan pemilihan direksi merupakan keputusan pemerintah sebagai pemegang saham yakni Kementerian BUMN. Jika kementerian sudah mengizinkan, pihak luar maupun pihak dalam dinilai bisa saja menduduki posisi direksi.

"Kalau Dirut Pertamina kan ada di pemerintah melalui kementerian BUMN. Kalau dari internal maupun eksternal sih bisa saja sebenarnya jadi nggak ada dikotomi dari internal atau dari luar," ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa. Menurutnya, siapapun Dirut-nya pasti pemilik saham sudah mempercayai kinerjanya.

"Intinya kan pemilik saham punya kepentingan terhadap kinerja dari perusahaan dan mereka pemilik saham yang punya kuasa menentukan siapa yang akan jadi pemimpin yang menahkodai perusahaan itu. Supaya bisa memenuhi ekspektasi dari pemilik saham," tuturnya.

Pemilik saham dinilai memiliki kriteria sendiri untuk memimpin setiap perseroan. Jika tidak ada orang dalam yang dianggap mumpuni untuk memimpin, maka mencari orang dari luar memang diperlukan.

"Pemilik saham tentunya punya kriteria sesuai dengan tantangan perusahaannya. Nah direksinya macam apa, dari sana harusnya memang dilihat apakah internal perusahaan itu punya talent orang-orang yang mempunyai skill yang dibutuhkan oleh pemilik saham untuk mengatasi tantangan atau kendala atau melakukan perubahan yang diinginkan oleh pemilik saham. Jadi kalau tidak ada dari dalam memang harus cari dari luar," imbuhnya.



Simak Video "Ahok Bongkar Aib Pertamina, DPR Bersuara"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)