5 Dirut BUMN Tambang Dipanggil DPR, Ada Apa?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 07 Des 2020 13:56 WIB
Bendera Merah Putih berkibar setengah tiang di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2020). Pengibaran bendera setengah tiang itu dalam itu untuk memperingati peristiwa Gerakan 30 September 1965. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Komisi VII DPR RI memanggil 5 direktur utama (Dirut) holding pertambangan dalam rapat dengar pendapat (RDP) siang ini. Ada beberapa hal yang akan dibahas, salah satunya pembentukan sub holding industri baterai.

Dari pantauan detikcom, Senin (7/12/2020), rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno dari fraksi PAN. Rapat diagendakan pukul 13.00 WIB, namun baru dimulai pukul 13.20 WIB.

Turut hadir dalam rapat ini, Direktur Utama MIND-ID Orias Petrus Moedak, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin, Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, Direktur Utama PT Antam Tbk Dana Amin, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Clayton Allen Wenas.

Dalam agenda RDP tersebut, selain membahas holding industri baterai, ada poin-poin lain yang akan di ahas antara lain penjelasan tentang sumber dan struktur pembiayaan dalam rangka akuisisi saham PT Freeport Indonesia dan komitmen pendanaan ke depannya.

Kemudian, penjelasan terkait pembelian saham PT Vale Indonesia Tbk. Terakhir, penjelasan tentang gasifikasi batubara PT Bukit Asam Tbk.

(dna/dna)