Jadi Bakalan Ada Pemadaman Listrik Bergilir Nggak Nih?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 20:00 WIB
Suasana di Medan, aliran listrik sudah padam 3 jam lebih (Haris Fadhil/detikcom)
Foto: Suasana di Medan, aliran listrik sudah padam 3 jam lebih (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat dihebohkan dengan adanya kabar kemungkinan adanya pemadaman listrik bergilir. Kabar itu dihembuskan pertama kali oleh Ketua Komisi VI RI Faisol Risa melalui akun Instagramnya @faisol8418.

Lewat postingannya itu, Faisol memperkirakan akan berlangsung sampai Maret. "Kemungkinan sampai Maret," tulis Faisol, Senin (25/1/2021).

Dia mengatakan penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir adalah masalah pasokan batu bara yang terhambat. Penyebabnya mulai dari harga batu bara yang tinggi hingga faktor cuaca yang menimbulkan bencana banjir di Kalimantan Selatan.

Kementerian ESDM pun buka suara mengenai isu pemadaman listrik tersebut.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana membenarkan terkait adanya kendala dari sisi pasokan batu bara. Dia menjelaskan batu bara memang masih memiliki peran besar dalam pasokan listrik di Indonesia khususnya di wilayah Jamali (Jawa, Madura dan Bali).

"Sebagai contoh sistem Jamali, ukurannya bagaimana beban puncak terjadi. Beban puncaknya rata-rata berkisar 25 GW. Kurang lebih batu bara berkontribusi 65%, atau 16 GW-nya batu bara," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/1/2021).

Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di sebagian wilayah di Kalimantan, termasuk lokasi tambang batu bara. Dengan begitu produksi batu bara menurun. Bahkan menurut Rida tambang batu bara saat ini berubah menjadi sebuah danau.

Selain itu, faktor banjir di Kalsel juga menghambat pengiriman batu bara ke pelabuhan. Hujan besar disertai angin juga menghambat pelayaran kapal tongkang pengangkut batu bara di pelabuhan.

Meski begitu pemerintah sudah menyiapkan mitigasi untuk menghindari terjadinya pemadaman listrik bergilir. Pertama, menjaga reliability dari PLTU.

Kedua, pemerintah meminta para Independent Power Producer (IPP) atau pembangkit listrik milik swasta untuk memaksimalkan produksinya. Sebab rata-rata stok batu bara milik IPP sekitar 25-30 hari, lebih tinggi dari rata-rata stok PLN 15 hari. Stok milik PLN itu pun rata-rata sudah mulai berkurang.

Ketiga, melakukan optimasi stok. PLN diminta menggenjot produksi PLTU yang memiliki stok masih banyak, sambil menunda produksi pembangkit yang stoknya sudah menipis.

Keempat, memaksimalkan penggunaan gas untuk pembangkit listrik. Mitigasi itu dilakukan jika seluruh pasokan batu bara untuk pembangkit terlambat datang secara serentak. Lalu jika penggunaan gas sudah maksimal, maka pilihan terakhir menggunakan BBM untuk pembangkit listrik.

Kelima, dalam rangka menjamin kualitas, jika dimungkinkan pengiriman batu bara akan dilakukan dengan oleh kapal vessel. Namun sayangnya belum tentu semua pelabuhan memiliki fasilitas yang bisa disandari oleh kapal vessel.

Keenam melakukan penjadwalan ulang waktu perawatan pembangkit listrik. Setiap pembangkit yang sudah masuk jadwal perawatan rutin akan digeser agar pembangkit itu tetap bisa beroperasi.

Rida berani memastikan bahwa pemadaman listrik bergulir tidak akan terjadi di bulan Januari ini.

"Pertanyaan sangat mendasar pak Januari padam tidak sampai akhir bulan? Tidak, sekarang tanggal 27, tidak insha Allah tidak ada (pemadaman listrik). Jadi sampai tanggal 31 Januari haqqul yakin Insya Allah tidak ada kekurangan pasokan listrik," tegasnya.

Lalu bagaimana dengan Februari dan Maret? Rida mengatakan untuk Februari 2021 PLN membutuhkan tambahan pasokan batu bara sekitar 1,2 juta ton. Sebab saat ini rata-rata PLTU milik PLN mulai mengalami penurunan stok batu bara dari rata-rata 15 hari.

"Tapi sudah ditegaskan Pak Ridwan (Dirjen Minerba) dari sisi pemasok ada beberapa malah produsen batu bara yang melebihi DMO. Artinya komitmen tinggi. Saya kok yakin di Februari juga tidak akan ada sampai krisis seperti itu. Artinya, listrik menyala terus kami upayakan, mudah-mudahan tidak ada hal di luar pengetahuan kami," ucapnya.

Untuk Maret, Rida berharap komitmen dari para produsen batu bara untuk menyuplai jatah domestik bisa terjaga. Sebab saat ini para pengusaha batu bara juga tengah menikmati harga yang tengah melambung tinggi di pasar internasional.



Simak Video "Ribut Warganet soal Mati Lampu di Kawasan Jakarta-Bekasi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)