PGN Hadirkan Layanan Digitalisasi Gas Bumi untuk Sektor Rumah Tangga

Inkana Putri - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2021 18:33 WIB
PGN
Foto: PGN
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menginisiasi terobosan baru melalui layanan digitalisasi data dan smart meter bagi pelanggan sektor rumah tangga dan pelanggan kecil (GasKita).

Hal ini merupakan salah satu upaya PGN dalam menyalurkan gas bumi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan. Selain itu, layanan tambahan ini juga dalam rangka mendukung implementasi PP No.18 tahun 2020 dan Program Sapta PGN 'PGN Sayang Ibu', dengan target 4 juta SR di tahun 2024 dengan investasi mandiri.

"Pada program baru ini, PGN akan mengoptimalkan infrastruktur jaringan backbone Fiber Optic 160 Gbps untuk menunjang digitalisasi layanan gas. Digitalisasi yang sudah berkembang pesat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat mendorong PGN untuk menginisiasi program jargas dengan layanan tambahan data dan smart meter," ujar Direktur Komersial PGN, Faris Azis dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2021).

Faris menyebut layanan ini akan mempermudah PGN dalam mencatat pemakaian gas pelanggan per bulan. Ia menjelaskan pemakaian gas akan terhitung secara otomatis, akurat dan realtime melalui smart meter dengan jaringan telekomunikasi andal. Di samping itu, metode ini juga meminimalkan kontak fisik di masa pandemi.

Lebih lanjut Faris mengatakan pemasangan jaringan pipa saat ini sudah sesuai dengan standar dan dilakukan oleh entitas bersertifikasi. PGN juga melakukan pemeliharaan jaringan rutin dan menggunakan peralatan safety seperti gas alarm system untuk menunjang kenyamanan pengguna.

Selain itu, PGN memberikan perlindungan jika terjadi kebakaran jaringan pipa gas rumah tangga, serta kartu pelanggan untuk mempermudah komunikasi antara pelanggan dengan petugas.

"Selain lebih ekonomis, gas bumi juga lebih aman. Apabila terjadi kebocoran pada pipa jargas, tidak akan menimbulkan ledakan, tetapi hanya akan memunculkan nyala api dan bisa ditangani dengan mudah," jelasnya.

Faris menjelaskan gas bumi untuk rumah tangga lebih aman karena memiliki tekanan id bawah 100 milibar. Adapun secara teknis, gas bumi masuk ke dalam kategori gas bertekanan rendah. Di samping itu, massa jenis gas bumi juga lebih ringan.

Meskipun lebih aman, Faris mengimbau kepada pengguna untuk menutup keran gas jika terjadi kebocoran gas. Ia juga meminta pengguna membuka jendela atau ventilasi agar gas segera menguap di udara terbuka.

Selain lebih aman, Faris menegaskan gas bumi juga lebih ekonomis dan terjaminan tersedia gas dan dapat mengalir 24 jam, termasuk saat libur panjang atau hari raya. Bahkan, pelanggan kini juga dapat melakukan pembayaran gas melalui e-commerce.

"Pembayaran pemakaian jargas dapat dilakukan secara online seperti melalui Tokopedia, GoPay, dan link aja. Selain itu, informasi pemakaian gas dapat dilihat melalui aplikasi PGN Mobile," pungkasnya.

Sebagai informasi, layanan digitalisasi gas bumi akan diperkenalkan oleh PGN pada 2021 dan ditargetkan dapat menambah pelanggan sebanyak 50.000 SR dengan investasi mandiri PGN. Target ini juga merupakan upaya PGN dalam memperluas pengguna jargas rumah tangga. Di sisi lain, Pemerintah juga menargetkan membangun Jargas dengan dana APBN sekitar 130.000 SR dan sekitar 50.000 SR dengan dana KPBU.

PGN juga berkomitmen untuk mengembangkan pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga agar mencapai target 4 juta SR di tahun 2024. Seiring perkembangan teknologi dan pertumbuhan pelanggan di berbagai wilayah, PGN juga terus mengeluarkan terobosan baru untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pelanggan PGN dalam menggunakan gas bumi.

(mul/mpr)