Bos Holding Tambang Buka-bukaan Bangun Smelter Rugi

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 15:09 WIB
Tambang Grasberg Freeport
Foto: Wahyu Daniel
Jakarta -

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak buka-bukaan bahwa membangun smelter rugi. Sementara biaya yang sudah dikeluarkan oleh holding BUMN tambang untuk membangun smelter di Gresik mencapai US$ 300 juta, setara Rp 4,2 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Mulanya, Anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu menanyakan apakah membangun smelter menguntungkan bagi MIND ID? Pertanyaan itu muncul lantaran perkembangan pembangunan smelter untuk tembaga hasil tambang Freeport Indonesia sangat lambat.

"Sebenarnya nguntungin nggak sih bangun smelter itu buat mereka? Kalau memang tidak menguntungkan lalu kita paksa jangan-jangan kita sedang berusaha membunuh MIND ID-nya gitu lho," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP), Rabu (31/3/2021).

"Nah, jangan-jangan betul bahwa kita tidak membangun negara ini secara utuh dan komprehensif, smelternya dibangun, industri turunannya tidak. Mereka bangun smelter, ada produknya, kita bingung jualnya kemana. Jual keluar untungnya sedikit dan sebagainya," lanjut Adian.

Menanggapi itu, Orias buka-bukaan bahwa membangun smelter memang bakal merugikan bila industri hilirnya tidak dibangun.

"Apakah rugi? dari kita ya iya jelas rugi. Tapi kan ini wajib bangun, kita bangun. Jadi posisi dari kami karena memang diwajibkan membangun ya kami akan bangun. Tapi memang bahwa ini menyebabkan kerugian ya rugi," sebutnya.

Jika industri hilirnya dibangun maka keberadaan smelter tidak akan merugikan. Sebab, bahan mentah yang diolah di smelter akan diolah lagi di sektor hilir.

"Jadi kalau secara negara itu menguntungkan kalau hilirnya jalan. Kalau hilirnya tidak jalan sangat disayangkan kita bangun, ada hasilnya toh diekspor juga, ya kan. Itu kenapa (sama saja) kita yang mensubsidi buyer, bahasa terangnya begitu. Jadi kalau mau seluruh sampai hilir, ya kita untung kalau hasil dari smelter itu industrinya jalan juga," jelas Orias.

Adian kembali menanggapi dan mencontohkan smelter tembaga yang dibangun MIND ID dengan smelter nikel. Smelter nikel menguntungkan karena industri hilirnya ada.

"Nikel itu dia menguntungkan kalau ada industri garpunya, industri baterainya dan sebagainya. Nah bagaimana kemudian negara tidak cuma memerintahkan membuat smelter tetapi tidak membuka ruang industri turunan itu gitu lho," tambah Adian.

(toy/eds)