Pertamina Sudah Salurkan Biosolar di 5.518 SPBU Seluruh Indonesia

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 10 Jun 2021 16:15 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Di tahun 2021, permintaan terhadap bahan bakar biosolar B30 telah merata. Setidaknya sudah ada 5.518 SPBU di Indonesia yang dapat menyalurkan biosolar B30.

Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis PT. Pertamina Patra Niaga (Subholding Commercial & Trading Pertamina), Mars Ega Legowo Putra mengatakan Pertamina terus meningkatkan suplai B30, dengan melakukan rekonfigurasi pola suplai biodiesel di 30 titik suplai. Pertamina juga memanfaatkan seluruh TBBM di 114 lokasi untuk mencampur sekaligus menyalurkan BBM B30 di seluruh wilayah Indonesia.

Di sisi lain, berdasarkan data Pertamina realisasi penyerapan pada tahun 2020 mencapai 89% yaitu 7,14 juta KL dari alokasi sebesar 8,02 juta KL. Di tahun 2021, sesuai Kepmen ESDM 252/2020 Pertamina mendapatkan alokasi untuk menyerap biodiesel/FAME sebesar 7,81 juta KL yang hingga Mei 2021 serapan FAME telah mencapai 2,96 juta KL.

"Sejalan dengan kebijakan mandatory implementasi biodiesel di seluruh sektor, Pertamina telah menyalurkan biosolar subsidi sebesar 13,3 juta KL di tahun 2020, sedangkan tahun 2021 dari Januari hingga Mei, Pertamina telah menyalurkan 5,3 juta KL," jelas Mars Ega dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Menjawab kebutuhan pasar domestik dan ekspor, Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations, Fajriyah Usman menyampaikan Pertamina akan memperkuat fasilitas produksi melalui pengembangan Biorefinery dan pengembangan infrastruktur sektor hilir.

"Untuk menjangkau wilayah yang lebih luas, saat ini Pertamina sedang menuntaskan pembangunan infrastruktur BBM dengan fokus pembangunan Terminal BBM di Kawasan Timur Indonesia," ujar Fajriyah.

Fajriyah menambahkan untuk meningkatkan produksi biodiesel, Pertamina melalui Subholding Refinery and Petrochemical memiliki roadmap untuk pengembangan Green Fuel berupa HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) atau D100. Pengembangan yang dimaksud berupa modifikasi dan pengembangan unit Grass Root untuk produksi Green Diesel D100 yang berlokasi di Kilang Dumai, Cilacap, dan Plaju.

"Sebagai salah satu upaya Pertamina untuk kedaulatan energi nasional, pengembangan-pengembangan BBM terus dijalankan di antaranya dengan terus mengembangkan produksi green gasoline dan green diesel di Cilacap," ucap Fajriyah.

"Pertamina akan terus mendayagunakan segala sumber daya alam domestik guna mendukung kemandirian dan kedaulatan energi nasional," lanjutnya.

Lihat juga Video: BUMN Akan Bangun 1.000 Pertashop di Pesantren

[Gambas:Video 20detik]



(akn/hns)