Segini Potensi Emas yang Izin Tambangnya Ditolak Wakil Bupati Sangihe

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 14:47 WIB
Bekas tambang emas ilegal di Peru
Ilustrasi/Foto: AP
Jakarta -

Kegiatan tambang emas PT Tambang Mas Sangihe (TMS) mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Penolakan itu juga datang dari Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong yang kemudian meninggal secara mendadak saat berada di pesawat.

Potensi emas yang akan dikeruk oleh TMS pun menjadi perhatian. Berapa besarnya?

Dalam laporan Baru Gold yang diterbitkan pada 21 April 2021 lalu, seperti dikutip detikcom, Selasa (15/6/2021) dijelaskan, proyek emas perak Sangihe terletak di Pulau Sangihe di lepas pantai utara Sulawesi. Wilayah tersebut memiliki sumber daya mineral yang terindikasi sebanyak 114.700 ounce di mana sebanyak 105.000 ounce-nya adalah emas.

Dengan asumsi 1 ounce 0,028 kilogram, maka sumber daya emas sebesar itu sekitar 2.976 kg.

Hal itu diketahui dari laporan 'Independent Technical Report on the Mineral Resource Estimates of the Binebase and Bawone Deposits, Sangihe Project, Nort Sulawesi Indonesia' pada 30 Mei 2017.

"Hanya 10% dari area bantalan emas yang telah dieksplorasi," tulis laporan tersebut.

Dalam laporan tersebut juga ditekankan, sumber daya bukanlah cadangan sehingga tidak menunjukkan kelayakan ekonomi.

Baru Gold menggenggam 70% pada PT Tambang Mas Sangihe (TMS). Sisanya 30% dipegang oleh tiga perusahaan Indonesia. Kemudian TMS menggenggam kontrak karya (KK) dengan jangka waktu perjanjian 30 tahun sejak dimulainya tahap produksi proyek.

Baru Gold menyebut memegang izin produksi di atas lahan 42.000 hektar di Pulau Sangihe. Izin operasi AMDAL yang baru dikeluarkan memungkinkan untuk 100,1 ha untuk menjalankan rencana tambang 2021.

Sementara, dikutip dari Minerba One Data (MODI) Kementerian ESDM, mayoritas saham TMS dimiliki perusahaan asal Kanada, Sangihe Gold Corporation dengan porsi saham 70%. Sisanya, dimiliki perusahaan asal Indonesia PT Sungai Belayan Sejati dengan porsi 10%, PT Sangihe Prima Mineral 11% dan PT Sangihe Pratama Mineral 9%. Perusahaan dinakhodai oleh Terrence Kirk Filbert yang menjabat sebagai direktur utama.

Kegiatan usaha perusahaan berdasarkan kontrak karya (KK). Perusahaan saat ini dalam tahap operasi dengan komoditas berupa emas di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Izin yang diberikan seluas 42.000 ha. Kemudian, tanggal berlaku mulai 29 Januari 2021 hingga 28 Januari 2054.

Simak video 'Didesak DPR, Jaksa Agung Bakal Tindak Lanjuti Skandal Impor Emas Rp 47,1 T':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)