Ngeri Banget! Data Saudi Aramco Disandera, Hacker Minta Tebusan Rp 725 M

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 09:45 WIB
kejahatan cyber
Foto: Internet
Jakarta -

Perusahaan raksasa minyak Saudi Aramco telah melaporkan kepada BBC bahwa mereka mengalami kebocoran data. Sejumlah data ini bocor dari salah satu kontraktornya.

Melansir dari BBC, Jumat (23/7/2021), sejumlah data yang bocor tersebut digunakan oleh peretas untuk memeras Aramco. Diketahui bahwa peretas meminta sejumlah uang tebusan sebesar US$ 50 juta atau senilai Rp 725 miliar (dengan kurs Rp 14.500/dolar AS).

Selain itu, menurut laporan dari Associated Press (AP), satu terabyte atau 1.000 gigabyte data Aramco telah ditahan oleh peretas. Laporan AP tersebut mengatakan bahwa peretas tersebut menawarkan untuk menghapus data milik Aramco ini dengan imbalan US$ 50 juta dalam cryptocurrency.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, Aramco mengatakan kepada BBC bahwa kebocoran sejumlah data ini berasal dari sumber kontraktor pihak ketiga yang memiliki hubungan dengan raksasa minyak tersebut.

Meski demikian perusahaan minyak asal Arab Saudi itu tidak mengatakan kontraktor mana yang terpengaruh atau apakah kontraktor tersebut telah diretas atau jika file tersebut bocor dengan cara lain.

"Kami mengonfirmasi bahwa rilis data bukan karena pelanggaran sistem kami, tidak berdampak pada operasi kami dan perusahaan terus mempertahankan postur keamanan siber yang kuat," kata perusahaan itu.

Sebagai informasi, ini bukan pertama kalinya bagi raksasa minyak Saudi Aramco menjadi target serangan siber terkait data. Sebelumnya pada tahun 2012, jaringan komputer perusahaan terkena virus yang disebut Shamoon.

Tonton juga Video: Manufaktur Ramai Diserang Hacker, Diduga Sasar Produksi Vaksin Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)