Menteri ESDM Bicara Langkah RI Menuju Ekonomi Hijau di Pertemuan G20

Yudistira Imandiar - detikFinance
Minggu, 25 Jul 2021 13:06 WIB
Menteri ESDM Bicara Kebijakan RI Dukung Proyek Hijau di Pertemuan G20
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar memimpin Delegasi Republik Indonesia menghadiri Energy and Climate Joint Ministerial Meeting - G20 secara virtual. Arifin menjabarkan sejumlah kebijakan Pemerintah RI dalam mendukung proyek-proyek ramah lingkungan.

Selain itu, saat berbicara dalam sesi utama bertajuk 'Pemulihan Berkelanjutan dan Transisi Energi Bersih', Arifin juga berbicara soal peran penting energi terbarukan untuk menyediakan akses energi dan memberdayakan masyarakat di pedesaan maupun daerah terpencil.

"Indonesia juga secara aktif, responsif, dan inklusif mengembangkan kebijakan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim selagi juga memulihkan ekonomi dari dampak pandemi global. Melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional kami memberikan dukungan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil dan menengan (Small and Medium Enterprises - SMEs) serta memastikan akses energi dalam rangka mencapai target SDGs," jelas Arifin dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (25/7/2021).

Pada kesempatan itu, Arifin menyampaikan Pemerintah Indonesia menggelontorkan subsidi yang diberikan pada kelompok rentan yang berhak menerima, seperti rumah tangga dengan ekonomi lemah, untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup di tengah situasi pandemi.

Lebih lanjut, ia juga mengulas soal pentingnya kolaborasi lintas sektor dan harmonisasi kebijakan untuk mendukung proyek nasional penyediaan energi ramah lingkungan.

"Sesuai arahan Presiden RI bahwa akses, keterjangkauan, dan keberlanjutan akan membuka jalan menuju ekonomi hijau," ungkap Arifin.

Mantan Duta Besar RI untuk Jepang itu menegaskan transisi energi di Indonesia diimplementasikan lewat kebijakan yang beragam, mengacu pada situasi nasional, kapasitas teknologi dan sosial-ekonomi, serta tantangan geografi. Ia menambahkan Indonesia juga sedang menyiapkan rencana jangka panjang untuk beralih dari pembangkit batubara ke pembangkit yang lebih bersih dengan mempertimbangkan aspek-aspek teknologi serta sosial-ekonomi.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN di G20. Isu transisi energi dan iklim merupakan isu yang beberapa tahun belakangan menjadi perhatian serius dan dibahas secara alot di forum G20.

Pertemuan tingkat menteri ini merupakan pertemuan puncak yang menyepakati soal energi dan iklim, yang dibahas sepanjang rangkaian persidangan Energy Transitions and Climate Sustainability Working Group (ETCS WG). ETCS WG menggabungkan dua working group yaitu ETWG dan CSWG.

Kementerian ESDM dan KLHK bersama-sama aktif berpartisipasi sejak ETCS WG 1 diselenggarakan pada 22-23 Maret 2021 lalu. Selain persidangan utama, telah diselenggarakan pula beragam pertemuan kolateral dan sesi pertemuan luar biasa (extraordinary meeting sessions).

Pada kesempatan kali ini, Menteri ESDM didampingi oleh Dirjen EBTKE, Staf Ahli Menteri (SAM Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, SAM Perencanaan Strategis, tim Biro KLIK serta perwakilan unit-unit KESDM yang berpartisipasi aktif pada pertemuan-pertemuan G20.

(akd/hns)