AESI Paparkan Manfaat Penggunaan Energi Surya, Bisa Jadi Investasi

Khoirul Anam - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 16:05 WIB
Wakil Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Anthony Utomo
Foto: AESI
Jakarta -

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) belum banyak digunakan oleh masyarakat secara luas. Meski demikian, Wakil Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Anthony Utomo, menyatakan bahwa minat masyarakat terhadap penggunaan panel surya sudah mulai terlihat.

"Kalau solar cell panel ini, kan, sebetulnya bukan penemuan baru. Sudah menjadi invensi, sudah populer di khalayak umum, tapi di luar Indonesia. Jadi, hari-hari ini harga solar cell banyak penurunan, dari sekian tahun silam itu bisa turunnya sekian puluh persen karena teknologi makin efisien," terangnya dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

Adapun Anthony menyebutkan bahwa penggunaan energi surya sebagai sumber listrik membawa beberapa manfaat. Menurutnya, pemanfaatan energi surya bisa menjadi aset investasi.

"Kenapa aset? Kita bayar sekali saja kalau memang kontrak, kalau dicicil juga sekarang banyak koperasi yang mulai menyediakan cicilan itu sampai sekitar lima tahun. Itu kami pernah melakukan studi. Jadi dengan hanya satu hari, cicilan itu Rp 13 ribu. Itu bisa dapat aset yang menghasilkan terus sampai dengan 30 tahun mendatang," kata dia.

Selain itu, Anthony mengungkapkan, pihaknya mendorong penghitungan net metering dari PLN untuk lebih ditingkatkan, dari 65% menjadi 100%.

"Sehingga pada saat kita tidak menggunakan, matahari itu kan enggak libur, matahari tetap menghasilkan. Sehingga energi itu masih bisa kita gunakan lagi dan dikirim ke PLN tadi. Mekanismenya PLN itu tidak memberikan kita uang. Tapi memberikan kita semacam potongan harga," kata dia.

Dia juga menjelaskan, secara teknologi, PLTS mudah digunakan dan bersifat modular. Artinya, kata Anthony, pengguna PLTS bisa menambahkan daya kilowatt-peak (kWp) dengan lebih mudah.

"Kalau secara teknis, saya kira kelebihannya banyak. Jadi saya sampaikan penggunaan energi surya memang salah satu tantangan kita dalam menyebar luaskan kelebihannya," lanjutnya.

Di samping itu, ia menyatakan, kelebihan penggunaan energi surya sebagai sumber listrik yakni penurunan panas atau thermal reduction. Hal ini, kata dia, terjadi karena bagian atap rumah tidak langsung menerima panas dari matahari.

"Karena tadinya langsung di atap kita sekarang ada satu panelnya lagi, solar cell itu yang menjadi penahan panas. Itu bisa berkurang menjadi 3 sampai 4 derajat. Jadi mengurangi penggunaan AC," ungkapnya.

Selain menghemat biaya, dia menyimpulkan penggunaan energi surya sebagai listrik bisa mendapatkan energi bersih. Adapun, kata Anthony, penggunaan energi bersih tersebut bisa dilacak melalui gawai.

(ads/ads)