Pertamina Tembus Fortune Global 500, Erick Thohir: Mimpi Kita 50 Besar

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 14:41 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Perusahaan BUMN, PT Pertamina berhasil menembus peringkat 287 di daftar 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune. Menteri BUMN Erick Thohir optimis Pertamina bisa menjadi 50 perusahaan terbesar dunia dan BUMN lainnya juga bisa masuk top 500.

"Benchmark kita haruslah tinggi. Jadi tidak cukup sekadar top 500, kita bisa lebih baik lagi. Mimpi kita bahwa Pertamina bisa menjadi 50 perusahaan terbesar di dunia dan BUMN kita yang lain masuk juga ke top 500," ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Selain itu, Erick berharap segala performa positif baik di sisi bisnis dan nonbisnis bisa terus ditingkatkan. Erick berpesan sebagai perusahaan yang berorientasi bisnis sekaligus menjalankan servis kepada publik, tak boleh ada kata puas bagi Pertamina.

Dalam rilis terbaru Fortune 500, Pertamina di peringkat ke 287 dengan nilai pemasukan sekitar 49,469 miliar dolar AS. Erick pede, dengan prestasi ini kinerja Pertamina bisa lebih baik lagi dan mampu bersaing dengan kompetitor di level dunia.

"Saya optimistis bahwa kinerja Pertamina dapat lebih baik lagi. Dan frame bagi Pertamina adalah mesti bersaing dengan kompetitor di level dunia. Sebab Pertamina memiliki segala syarat, baik kualitas dan kapabilitas, untuk menunjangnya sebagai salah satu perusahaan besar dunia," ujar Erick.

Erick pun menyoroti performa Pertamina dari sisi bisnis maupun nonbisnis di tengah pandemi COVID-19. Menurut Erick, di tengah pandemi yang mempengaruhi perlambatan sektor bisnis, Pertamina tetap mampu menjadi salah satu motor penggerak perekonomian.

"Tidak hanya performa dari sisi bisnis, pada era pandemi saat ini kita dapat melihat sentralnya peran Pertamina lewat sejumlah lini bisnisnya dalam usaha mendukung kesehatan masyarakat. Mulai dari rumah sakit, hotel yang dialihfungsikan sebagai tempat isolasi dan istirahat tenaga kesehatan, hingga ikut aktif dalam menjamin ketersediaan oksigen," ungkap Erick.

Erick Thohir menilai pengakuan dunia akan eksistensi Pertamina adalah bukti berjalannya pembenahan organisasi. Salah satu perubahannya adalah menerapkan core value perusahaan yang amanah, kompeten, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

"Namun sumber daya tanpa dibarengi nilai yang sesuai tentu tidak akan selaras dengan performa. Kita tentu berikhtiar bersama, agar nilai yang menjunjung good corporate governance bisa menjadi dasar. Dengan itu, saya yakin performa akan mengikuti. Sebab hasil tak akan mengkhianati proses," pungkas Erick.

(eds/eds)