ESDM Usul Lifting Migas Tahun Depan 1,79 Juta BOEPD

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 16:58 WIB
Hasil positif diraih PT Pertamina EP Asset 3 Field Subang yang mencatatkan produksi minyak dan gas bumi melebihi target.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengusulkan lifting minyak dan gas bumi (migas) dalam RAPBN 2022 sebanyak 1,793 juta barel setara minyak per hari (boepd). Jumlah tersebut terdiri dari lifting minyak sebanyak 703 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 1,036 juta boepd.

"Usulan RAPBN untuk lifting migas dengan mempertimbangkan situasi harga minyak saat ini adalah sebesar 1,739 juta bopd," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VII, Kamis (26/8/2021).

Kemudian, pemerintah juga mengusulkan untuk harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) US$ 63 barel per hari. Hal itu mempertimbangkan faktor-faktor seperti OPEC+ yang melanjutkan pemotongan produksi untuk mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Peningkatan fundamental di Amerika Serikat (AS) dan China yang mendorong optimisme permintaan minyak kembali pulih karena ekonomi mulai bergerak. Kemudian, China secara signifikan meningkatkan impor minyak mentahnya sehingga mendukung permintaan minyak global.

"Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas maka pemerintah mengusulkan asumsi ICP dalam RAPBN 2022 sebesar US$ 63 per barel," katanya.

Pihaknya juga mengusulkan cost recovery untuk RAPBN 2022 sebesar US$ 8,65 miliar.

"Pada RAPBN 2022 usulan cost recovery sebesar US$ 8,65 miliar," kata Arifin.

(acd/eds)