Dunia Krisis Energi, RI Jamin Tarif Listrik Tak Naik Sampai Akhir Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 14:22 WIB
Warga memasukkan pulsa token listrik di salah satu indekos di kawasan Sunter Jaya, Jakarta, Senin (19/7/2021). Pemerintah memutuskan memperpanjang stimulus program ketenagalistrikan saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berupa diskon tarif tenaga listrik, pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen 50 persen serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum 50 persen sampai dengan triwulan IV atau hingga Desember 2021. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Pemerintah menjamin tarif listrik tidak akan naik hingga akhir tahun walaupun dunia sedang gonjang-ganjing krisis energi. Hal itu dipastikan oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana.

"Yang pasti sekarang kondisi listrik lebih dari cukup saat ini, dan kemudian diputuskan sampai akhir tahun juga tidak akan ada kenaikan atau perubahan tarif listrik," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/10/2021).

Pemerintah juga menjamin bahwa sampai akhir tahun pada sektor ketenagalistrikan, dari segi pasokan listrik atau kesiapan kapasitas terinstalnya sudah lebih dari cukup.

Meski pasokan listrik dalam negeri aman, pemerintah tetap memantau dinamika krisis energi yang terjadi di belahan dunia lain, mulai dari Inggris hingga China.

"Yang sekarang kita day by day kita lagi pelototin adalah jaminan supply chain-nya terutama batu bara karena teman-teman lebih paham dari kami sekarang komoditas batu bara, LNG sekarang lagi naik. Beberapa negara sudah mengalami krisis energi, krisis listrik mulai dari UK, Inggris kemudian China, India," paparnya.

Atas krisis energi yang terjadi, bahkan Amerika Serikat menggenjot kembali pembangkit listrik yang menggunakan tenaga batu bara.

"Kemarin saya dapat berita juga Amerika juga sudah mulai lagi membakar batu bara lebih banyak lagi. Itu semua tidak lain karena untuk tetap menjaga ketahanan energi di dalam negerinya berdasarkan atau dengan mengandalkan resources yang dipunyai oleh masing-masing negara," tambahnya.

Lihat juga video 'Jokowi Sindir Birokrasi BUMN Ruwet: Pembangkit Listrik Butuh 259 Izin':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)