ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Singapura Terancam Krisis Listrik karena Bergantung Gas Alam RI

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 23 Okt 2021 09:45 WIB
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia.
Foto: Getty Images

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan juga mengajarkan bahwa Singapura bisa saja mencari pemasok lain dan mengesampingkan harga yang lebih mahal.

"Singapura jika dalam kondisi terdesak mereka akan membeli LNG dari pasar spot mengingat mereka memiliki fasilitas regasifikasi di sana. Memang mereka pasti terkendala dengan harga di mana harga LNG di pasar spot saat ini cukup tinggi jika dibandingkan mereka membeli gas dari Indonesia," jelasnya.

Ketergantungan Singapura terhadap Indonesia ini nampaknya masih cukup panjang. Sebab kontrak gas yang telah disepakati kedua negara itu cukup panjang. Jadi, Indonesia memang bisa menjadi penyebab Singapura krisis energi.

"Sampai sejauh ini saya kira kontrak kita masih cukup panjang dengan Singapura seperti kontrak ke GSPL (Gas Supply Pte Ltd) yang akan berakhir 2023, kontrak ke SembGas (SembCorp Gas) yang akan berakhir 2028. Jadi saya kira kontrak kita cukup aman," tandasnya.

Informasi tersebut, buntut dari pemberitaan sebelumnya, di mana perusahaan listrik Negeri Singa itu tengah bertumbangan. Indonesia bisa jadi faktor penyebabnya karena pasokan gas alam ke Singapura dari Tanah Air belum sepenuhnya pulih sejak mengalami gangguan pada Juli.

Dilansir Reuters, Energy Market Authority (EMA) menyatakan gangguan pasokan gas di Indonesia telah berkontribusi pada lonjakan harga listrik.


(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT