Darmawan Prasodjo Ungkap Sederet Tugas di PLN dari Erick, Ini Rinciannya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 16:32 WIB
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikcom
Jakarta -

Darmawan Prasodjo hari ini resmi menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Zulkifli Zaini. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan tugas khusus untuk Darmawan.

Dia menyebutkan Erick memberi tugas untuk penyelesaian kelebihan pasokan listrik yang dialami oleh PLN saat ini. "PLN saat ini mengalami oversupply, nah oleh karena itu harus diselesaikan dengan baik," kata dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Senin (6/12/2021)

Darmawan menyebutkan PLN juga mempersiapkan diri untuk menjalankan program karbon netral pada 2060. PLN diminta untuk bertransisi agar program bisa berjalan dengan baik.

Selanjutnya dia juga ditugaskan untuk melakukan restrukturisasi korporasi agar PLN menjadi perusahaan yang lebih lincah dan gesit dalam menghadapi tantangan bukan hanya sekarang tapi juga di masa depan.

Darmawan mengungkapkan, Erick juga mengarahkan transformasi untuk kinerja keuangan. Selama ini kinerja keuangan PLN sudah berjalan dengan baik karena itu perlu dilanjutkan terkait penyelesaian utang.

"Arahan Kementerian BUMN agar ke depan PLN jauh lebih kokoh sehingga bisa menerangi seluruh negeri dan lebih baik dan PLN bisa bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih baik lagi," jelas dia.

Sebagai informasi, Darmawan Prasodjo lahir di Magelang pada tanggal 19 Oktober 1970. Darmawan Prasodjo meraih gelar Bachelor of Computer Science dari Texas A&M University pada tahun 1994, Master of Computer Science dari Texas A&M University pada tahun 2000 lalu menyelesaikan gelar Doktor Ekonomi Terapan, Ekonomi Sumber daya alam di Texas A&M University kolaborasi dengan Duke University tahun 2011.

Sebelumnya dia adalah seorang Ekonom Energi yang menghabiskan lebih dari 15 tahun di Amerika Serikat (AS) menempuh studi dan berkarir sebagai konsultan-peneliti di Texas A&M University dan Duke University.



Simak Video "Jokowi Sindir Birokrasi BUMN Ruwet: Pembangkit Listrik Butuh 259 Izin"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)