Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$ 100/Barel, Masih Bisa Naik Lagi!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 08:40 WIB
Harga Minyak Jatuh, Laba Perusahaan Migas Anjlok
Ilustrasi/Foto: BBC
Jakarta -

Goldman Sachs memprediksi harga minyak mentah bisa mencapai US$ 100 per barel pada akhir tahun ini. Selain itu ada kemungkinan harga tersebut akan terus naik pada tahun 2023.

Goldman Sachs memprediksi persediaan minyak di negara-negara maju akan jatuh ke level terendah sejak tahun 2000. Itu sebabnya harga minyak mentah Brent akan mencapai $100 per barel pada kuartal III tahun ini.

Nilai ini mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan prediksi sebelumnya yang berada di kisaran US$ 80 per barel. Diperkirakan tahun depan harga minyak mentah Brent mencapai US$ 105 per barel, naik dari perkiraan sebelumnya US$ 85 per barel.

"Yang penting, (untuk tahun ini) kami tidak memperkirakan perdagangan Brent di atas US$ 100/bbl dengan argumen kehabisan minyak karena sumber daya serpih masih besar dan elastis," tulis ahli strategi Goldman Sachs dikutip dari CNN, Kamis (20/1/2022).

Namun, Goldman Sachs mengatakan harga minyak serpih kemungkinan akan terus meningkat mengingat banyak perusahaan dan negara yang mulai enggan untuk berinvestasi ke minyak karena transisi energi. Bila ini berlanjut, maka penipisan kapasitas minyak mentah serpih akan terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu.

Meski demikian, di sisi lain perkiraan dari Goldman Sachs nampak sangat kontras dengan hasil perkiraan harga minyak mentah dari Administrasi Informasi Energi AS. Administrasi Informasi Energi AS baru-baru ini mengatakan harga minyak Brent akan berada di kisaran US$ 75 per barel tahun ini.

Selain itu, Citigroup baru-baru ini juga memperkirakan adanya penurunan harga energi yang mendorong harga minyak mentah Brent ke US$ 54 per barel pada akhir tahun 2023.

(ara/ara)