Anak Usaha Sub Holding Gas Lunasi Utang Rp 3,1 T

Dana Aditiasari - detikFinance
Minggu, 03 Apr 2022 15:00 WIB
Ilustrasi uang rupiah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Squirescape
Jakarta -

PT Saka Energi Indonesia (SAKA) mempercepat pelunasan utang senilai US$ 220 juta atau setara Rp 3,14 triliun (kurs Rp 14.300/US$). Langkah ini dinilai positif bagi kinerja induknya yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik saat ini, berkurangnya utang di PGN group akan menciptakan efisiensi dan mendorong fundamental bisnis perseroan menjadi lebih kuat.

"Pelunasan sebagian utang SAKA akan sangat positif bagi PGN, mengingat beban bunga yang harus dibayarkan juga cukup besar. Langkah ini paling tepat disaat likuiditas perusahaan ( cash ratio) saat ini sangat tinggi, ditambah harga minyak sedang tinggi, sehingga potensi peningkatan likuiditas kas kedepan cukup besar, " ujar Marolop Alfred Nainggolan, Kepala Riset Praus Capital, belum lama ini.

SAKA merupakan anak usaha PGN yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas). Sejalan dengan membaiknya harga minyak dunia, kontribusi anak perusahaan ini terhadap pendapatan PGN juga terus meningkat. Sebagai contoh, sesuai laporan keuangan PGN tahun 2021, pendapatan PGN dari hasil penjualan minyak dan gas bumi mencapai US$ 331,30 juta. Nilai tersebut naik sekitar 60,64 persen daripada tahun 2020 sebesar US$ 203,70 juta.

"Sebagai subholding gas, PGN diuntungkan dengan naiknya harga minyak dunia dari kinerja SAKA. Kemampuan SAKA memanfaatkan momentum positif ini dengan melakukan pelunasan utang obligasi juga akan mendorong efisiensi di PGN, terutama dari penurunan beban biaya bunga, " imbuhnya.

Untuk mengurangi beban utang, SAKA menawarkan pembelian kembali (buyback) surat utang senior dengan yang diterbitkan pada tahun 2017 senilai US$ 625 juta. Surat utang dengan jangka waktu 7 tahun itu dicatatkan di Bursa Efek Singapura ini dengan bunga sebesar 4,45% per tahun.

Bersambung ke halaman selanjutnya.