Pertamina hingga Chevron Kerja Sama Kembangkan Hidrogen & Amonia Hijau

ADVERTISEMENT

Pertamina hingga Chevron Kerja Sama Kembangkan Hidrogen & Amonia Hijau

Dea Duta Aulia - detikFinance
Jumat, 11 Nov 2022 16:07 WIB
Kerja Sama Pertamina, Keppel, & Chevron
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE), Keppel Infrastructure, melalui Keppel New Energy Pte. Ltd., dan Chevron Corporation (NYSE: CVX) melalui Chevron New Energies International Pte. Ltd., telah menandatangani Joint Study Agreement (JSA) di Bali, hari ini. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mengeksplorasi proyek pengembangan hydrogen hijau dan ammonia hijau tertentu dengan menggunakan energi terbarukan yang lokasi utamanya di Sumatera.

JSA tersebut ditandatangani oleh CEO Pertamina NR Dannif Danusaputro, Director Keppel New Energy, Pte., Ltd., Yong-Hwee CHUA dan Director Chevron New Energies International, Pte., Ltd Andrew S Mingst. Serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Ketua KADIN Arsjad Rasjid, Ketua B20 Shinta Kamdani dan Ketua B20 Energy Sustainability and Climate Task Force Nicke Widyawati.

Dannif Danusaputro mengatakan JSA bakal menggabungkan kekuatan yang dimiliki oleh Pertamina NRE, Keppel Infrastructure, dan Chevron. Ketiga perusahaan tersebut memiliki kelebihan masing-masing yang nantinya bakal dikolaborasikan untuk mengembangkan proyek pengembangan Hidrogen dan Amonia Hijau.

"Menurut laporan International Energy Agency (IEA), Indonesia, yang merupakan negara dengan kepadatan penduduk terbesar keempat di dunia, memiliki rencana yang baik dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060. Hidrogen dan amonia telah diidentifikasi sebagai bahan bakar rendah karbon yang merupakan bagian penting dari perencanaan ini," kata Dannif dalam keterangan tertulis, Jumat (11/11/2022).

"Amonia juga dapat digunakan untuk mengangkut hidrogen dan berpotensi untuk menggantikan bahan bakar minyak perkapalan (bunker fuel) sebagai solusi rendah karbon dalam industri maritim global," sambungnya.

Ia mengatakan Indonesia memiliki sekitar 40% dari potensi sumber daya panas bumi dunia. SDA tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terpercaya dan stabil untuk menghasilkan amonia hijau dan hydrogen hijau.

"Pengembangan hidrogen hijau dan amonia hijau memiliki peran penting dalam roadmap Net Zero Emissions Indonesia. Dengan potensi tersebut, kami percaya bahwa Indonesia juga akan memainkan peran kunci dalam produksi hidrogen hijau di Asia. Kami sangat antusias dengan kolaborasi strategis ini karena kami percaya bahwa Keppel dan Chevron adalah perusahaan terkemuka yang memiliki visi yang sama dalam transisi energi seperti kami," jelasnya.

Sementara itu, CEO Keppel Infrastructure Cindy Lim mengatakan Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi terbarukan dan rendah karbon yang sangat tinggi. Atas dasar itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan Pertamina.

"Kami senang dapat bekerjasama dengan para pemimpin industri, Pertamina dan Chevron, untuk mengeksplorasi penggunaan perdana energi panas bumi dan energi terbarukan lainnya untuk mengembangkan proyek hidrogen hijau dan amonia hijau, mendukung upaya transisi energi Indonesia, serta mendukung investasi dalam rantai pasokan energi terbarukan di wilayah ini," jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Presiden Hydrogen Chevron New Energies Austin Knight mengatakan melalui kerja sama ini diharapkan mampu bersama-sama mempelajari dan mengevaluasi peluang bisnis rendah karbon. Sehingga mampu terus memproduksi energi yang lebih bersih bagi masyarakat dunia.

"Kami berharap dapat memanfaatkan keahlian bersama ini untuk mempelajari dan mengevaluasi peluang bisnis rendah karbon di kawasan ini," tutupnya.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT