Pertamina Kawal Ketat Pasokan LPG, Pakai Cara Ini

Pertamina Kawal Ketat Pasokan LPG, Pakai Cara Ini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 25 Des 2022 21:59 WIB
Kapal LPG yang barangnya diambil di Teluk Jakarta
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Sub holding PT Pertamina (Persero), PT Pertamina International Shipping (PIS) menerapkan teknologi Automatic Identification System (AIS) pada kapal-kapal yang mengangkut LPG. Dengan teknologi ini, maka kapal-kapal tersebut termonitor dengan ketat.

Direktur Armada PIS Muhammad Irfan mengatakan, dengan teknologi tersebut maka perusahaan bisa mengetahui secara pasti posisi kapal. Tak cuma itu, pihaknya juga bisa mengetahui jumlah muatan hingga perkiraan cuaca.

"Jadi monitor pergerakan kapal di manapun, di titik manapun, di lokasi manapun bisa termonitor dari control center kita di lantai 21 Gedung Grha Pertamina. Lagi, bukan hanya posisi kapal tapi di dalamnya ada informasi berapa volume di atas kapal, termasuk weather forecast, ini kira-kira sampai Tanjung Sekong kapan, kira-kira sampai Situbondo kapan, ada di situ," terangnya di Terminal LPG Tanjung Sekong, Banten, Minggu (25/12/2022).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan teknologi ini, pihaknya bisa melakukan sejumlah antisipasi jika menghadapi masalah, seperti masalah cuaca. Dengan demikian, perusahaan bisa mengambil tindakan atau menerapkan sistem reguler, alternatif atau emergency (RAE).

Sebagai contoh, jika Surabaya kekurangan pasokan, maka wilayah tersebut bisa mengandalkan pasokan dari wilayah lain, tidak hanya dari Sekong.

ADVERTISEMENT

"Harapnnya apa? Ketika ada cuaca yang kurang bersahabat, kita bisa maintain bisa melakukan simulasi disebutkan RAE, kita bisa lakukan emergency, mana yang kira-kira kalau depo Surabaya sedang kritis, kita bisa masukkan dari Balikpapan bukan hanya dari Sekong," jelasnya.

Lebih lanjut, untuk mendistribusikan LPG di Indonesia, PIS mengoperasikan 27 kapal. "Kita operasikan 27, kapal milik kita (PIS) berjumlah 8, sisanya sewa," terangnya.

Untuk diketahui, Terminal LPG Tanjung Sekong memiliki fasilitas pencampuran bahan baku LPG. Terminal ini sendiri memasok sekitar 40% kebutuhan LPG di seluruh Indonesia.

(acd/dna)

Hide Ads