Trump Kini Incar Kuba Usai AS Blokade Minyak Bikin Satu Negara Mati Lampu

Trump Kini Incar Kuba Usai AS Blokade Minyak Bikin Satu Negara Mati Lampu

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 17 Mar 2026 22:02 WIB
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam mengincar Kuba, usai pemerintahnya memblokir aliran minyak masuk negara itu hingga membuat blackout alias listrik padam.

Menurut Trump sebuah kehormatan jika AS benar-benar bisa mengambil alih Kuba.

"Anda tahu, sepanjang hidup saya, saya selalu mendengar tentang Amerika Serikat dan Kuba, kapan Amerika Serikat akan mendapat kehormatan untuk mengambil alih Kuba? Itu suatu kehormatan besar," ujar Trump dalam pidatonya dari Ruang Oval Gedung Putih, dikutip dari CNN, Selasa (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Trump AS bisa mengambil alih Kuba dengan segera dan tak perlu bersusah payah, jika benar-benar diinginkan. Namun Trump tidak menjelaskan langkah konkret yang akan diambil.

ADVERTISEMENT

"Mengambil alih Kuba dalam bentuk apa pun, ya, mengambil alih Kuba, maksud saya, apakah saya membebaskannya, mengambilnya, saya pikir saya dapat melakukan apa pun yang saya inginkan dengannya," paparnya.

Pernyataan Trump ini muncul ketika Kuba tengah dilanda kegelapan imbas pemadaman listrik massal. Utamanya karena kehabisan minyak yang digunakan sebagai sumber utama pembangkit listrik mereka.

Minyak habis imbas blokade pengiriman oleh AS yang memperburuk krisis energi negara itu.

Tak hanya menghambat pasokan listrik, krisis minyak membuat harga bahan bakar di negara itu meroket. Bensin per liter bisa mencapai US$ 9 atau setara Rp 152.973 (asumsi kurs Rp 16.997/dolar AS) di pasar tidak resmi.

Berarti dibutuhkan lebih dari US$ 300 atau Rp 5,09 juta untuk mengisi penuh tangki bensin mobil, yang secara nilai lebih dari penghasilan sebagian besar warga Kuba dalam setahun.

"Para pejabat di pemerintah AS pasti merasa sangat senang dengan kerugian yang diderita setiap keluarga Kuba," kata Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos FernΓ‘ndez de CossΓ­o menanggapi masalah pemadaman listrik yang terjadi di Kuba.

(igo/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads