Harga Minyak Turun Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata & Selat Hormuz Dibuka

Harga Minyak Turun Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata & Selat Hormuz Dibuka

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 07:40 WIB
A drone view of a pump jack and drilling rig south of Midland, Texas, U.S. June 11, 2025. REUTERS/Eli Hartman
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Eli Hartman
Jakarta -

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS turun hampir US$ 20 per barel pada Rabu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.

Gencatan senjata bertujuan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali secara aman. Harga minyak WTI untuk pengiriman Mei turun US$ 18,10 atau 16,02% menjadi US$ 94,85 per barel pada pukul 23.20 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$ 91,05, level terendah sejak 26 Maret.

Dikutip dari Reuters, Rabu (8/4/2026), pengumuman ini disampaikan tak lama sebelum tenggat yang diberikan Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% minyak dunia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial, sehari sebelumnya Trump sempat memperingatkan bahwa 'sebuah peradaban akan mati malam ini' jika tuntutannya tidak dipenuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran menyatakan akan menghentikan serangan jika serangan terhadap mereka juga dihentikan. Selain itu, Iran menyebut jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat kembali aman selama dua minggu dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.

ADVERTISEMENT

Perang antara AS dan Israel melawan Iran sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak bulanan terbesar dalam sejarah pada Maret, dengan lonjakan lebih dari 50%. Trump juga mengatakan AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilainya sebagai dasar yang bisa digunakan untuk negosiasi, serta menyebut kedua pihak sudah cukup dekat untuk mencapai kesepakatan damai jangka panjang.

Analis IG, Tony Sycamore, menyebut ini sebagai awal yang baik dan berpotensi membuka jalan bagi pembukaan Selat Hormuz secara permanen, meskipun masih banyak hal yang perlu dipastikan.

Simak Video 'Jelang Deadline Trump, Presiden Iran: Saya Berikan Hidup Saya untuk Iran!':

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads