Bahlil soal Beli Minyak Rusia Usai Deal dengan AS: Tak Bisa Harapkan Satu Negara

Bahlil soal Beli Minyak Rusia Usai Deal dengan AS: Tak Bisa Harapkan Satu Negara

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2026 21:45 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev.Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Indonesia dipastikan beli minyak Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan langkah ini dilakukan agar pasokan minyak dalam negeri aman.

Indonesia sebenarnya juga punya kerja sama dengan Amerika Serikat untuk impor minyak mentah, bahan bakar minyak, dan LPG. Namun, menurut Bahlil, di tengah kondisi geopolitik yang tak menentu seperti saat ini tidak bisa hanya tergantung pada satu negara saja.

"Kita akan beli crude di Rusia, dan ini kita lakukan juga di negara lain termasuk di Amerika. Kenapa? Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu, kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara, jadi harus ada diversifikasi," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi Insyaallah crude kita, Insyaallah akan semakin membaik," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, menurut Bahlil, minyak dari Rusia akan dikirim mulai April ini.

"Oh kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan," ujar Bahlil.

Berapa Harga & Volume Minyak dari Rusia?

Namun, Bahlil enggan mengungkapkan berapa volume minyak Rusia. Alasannya, karena terikat perjanjian kedua belah pihak.

Yang pasti kata Bahlil, stok minyak hingga akhir tahun dalam posisi aman.

"Saya enggak bisa menjelaskan tentang volume. Yang penting saya sebagai pemerintah, atas arahan Bapak Presiden, memastikan bahwa seluruh kebutuhan kita, crude kita itu tersedia dan kita harus cari untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani," terang Bahll.

Setali tiga uang, Bahlil juga enggan mengungkapkan harga minyak dari Rusia. Ia hanya mengatakan minyak yang dibeli sesuai harga pasar dan hasil negosiasi kedua belah pihak.

"Harga pasti akan terjadi dinamis ya. Harga itu akan menyesuaikan dengan harga pasar dan tergantung negosiasi kita," tutur Bahlil

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads