Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Jan 2020 12:12 WIB

Ternyata Binomo Masuk Radar FBI!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Angga Aliya ZRF/detikcom Foto: Angga Aliya ZRF/detikcom
Jakarta - Binomo sudah masuk dalam daftar situs penyedia jasa investasi trading ilegal. Begitu pula dengan Olymp Trade, IQ Option, FBS, Insta Forex, Octa FX, dan sebagainya. Situs-situs tersebut tak memiliki izin usaha sebagai Pialang Berjangka dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan sebagaimana diatur melalui Pasal 31 ayat (1) UU No 32 Tahun 1997.

Nah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membedakan situs trading yang legal dengan yang ilegal. Pertama, broker legal biasanya tak menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, dan sistem pembayaran elektronik yang bisa digunakan antarnegara seperti Paypal.

"Broker yang sah tak akan menerima pembayaran seperti itu. Sayangnya, beberapa bank tak melakukan pemeriksaan ketat ketika platform seperti Binomo membuka rekening di bank tersebut," terang Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Lamon Rutten kepada detikcom, Kamis (9/1/2020).
Lamon mengatakan, jika seorang pengguna situs itu melakukan transaksi dengan kartu kredit, kemungkinan besar situs-situs tersebut akan mencuri uang sang pengguna.

"FBI (Federal Bureau of Investigation/Biro Investigasi Federal Amerika Serikat) menganggap Binomo sebagai penipuan terorganisir. Pada tahun 2018 FBI memperkirakan bahwa mereka mencuri lebih dari US$ 10 miliar dari penggunanya di seluruh dunia," jelas Lamon.

Selain itu, ia menuturkan, Binomo Cs biasanya melakukan promosi di media sosial dan juga situsnya sendiri secara 'jor-joran'. Binomo Cs juga akan membayar komisi yang besar kepada penggunanya yang berhasil mengajak teman mereka untuk bertransaksi di situs ilegal tersebut.

"Platform penipuan ini menghasilkan banyak uang, sehingga mereka mampu membayar banyak iklan media sosial. Mereka juga akan membayar komisi tinggi kepada mereka yang membawa mereka korban baru. Kadang-kadang 'kaki tangan'nya sendiri adalah korban. Orang-orang naif yang dibuat untuk percaya bahwa mereka menghasilkan keuntungan perdagangan yang baik, dan didorong untuk membawa teman dan keluarga mereka untuk berinvestasi juga," paparnya.

Dihubungi secara terpisah, Head of Public Relation Monex Investindo Futures, Omega Wati mengungkapkan, situs ilegal seperti Binomo Cs biasanya menawarkan keuntungan yang tetap. Padahal, dalam perdagangan berjangka biasanya keuntungannya tak selalu biasa diprediksi, sama halnya seperti berinvestasi di pasar modal.
Selain itu, situs ilegal seperti Binomo Cs biasanya tak memiliki kantor resmi di Indonesia. Perlu diketahui, Binomo sendiri berkantor di Republik Seychelles.

"Ilegal biasanya menjanjikan keuntungan tetap dan tidak memiliki kantor di Indonesia," kata Mega kepada detikcom.

Sementara itu, untuk mengetahui situs penyedia jasa investasi trading, detikers bisa mengunjungi situs Bappebti dan ICDX.

Simak Video "Hati-hati Investasi Ilusi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com