Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 26 Jan 2020 14:13 WIB

Patok Biaya Isi Ulang Rp 1.000, Bos OVO: Kami Nggak Ambil Untung

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Soraya Novika/detikcom
Jakarta -

OVO akhirnya mengikuti jejak GoPay dengan memberlakukan tarif untuk setiap kali isi ulang atau topup. Pada 2 Maret 2020 mendatang, isi ulang OVO menggunakan channel perbankan akan dikenakan biaya sebesar Rp 1.000. Tapi jika mau gratis, pengguna bisa mengisi ulang melalui driver Grab.

Presiden Direktur Visionet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasaputra mengungkapkan biaya Rp 1.000 merupakan angka yang kompetitif dibandingkan dengan penyedia layanan yang lain.

Dia berupaya untuk membuat biayanya tetap terjangkau meskipun masih ada biaya yang ditanggung oleh perusahaan. "Kami itu di-charge oleh bank, perusahaan switching dan sebagainya. Nah Rp 1.000 ini, saya ingin tekankan kami nggak ambil untung sama sekali, nggak ambil profit," kata Karaniya kepada detikcom, Minggu (26/1/2020).

Karaniya menyebut dalam menghadirkan layanan top up ini, OVO bekerja sama dengan berbagai mitra seperti bank, penyelenggara switching, dan merchant di mana OVO sebagai perusahaan dikenakan biaya. Jadi, biaya top up ini diterapkan semata untuk mengurangi beban operasional dan infrastruktur.

Kemudian, meskipun ada biaya Rp 1.000 setiap kali isi ulang ada sejumlah komponen biaya yang masih harus ditanggung oleh OVO. "Kasarnya saya nggak ambil untung, ini hanya untuk mengurangi biaya saja," jelas dia.

Menurut dia, setiap menjalankan bisnis harus ada edukasi, growing market dan harus tumbuh sebagai bisnis yang sehat. "Rp 1.000 itu kalau dibandingkan itu kompetitif dan sangat murah dibanding biaya serupa lainnya. Tapi tujuannya kita harus mulai menuju ke bisnis yang suatu saat bisa profit," imbuh dia.

Saat ini, Karaniya menyebut fintech berhasil mendemokratisasi industri keuangan yang dulu sangat elit. Dengan fintech, transaksi bisa lebih murah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini ditempuh, sesuai dengan arahan regulator kepada semua penyelenggara fintech untuk mulai mewujudkan model bisnis yang stabil dan berkelanjutan. Dengan demikian, OVO dan para penyelenggara e-wallet lainnya dapat terus melakukan edukasi dan mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia.



Simak Video "Top Up OVO Dikenai Tarif Rp 1.000 Mulai 2 Maret"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com