LinkAja Ogah Jor-joran 'Bakar Duit' buat Gaet Pelanggan, Ini Alasannya

Trio Hamdani, Zulfi Suhendra - detikFinance
Minggu, 18 Apr 2021 12:45 WIB
LinkAja
Foto: Dok. LinkAja
Jakarta -

Bukan rahasia lagi jika perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) bakar uang untuk menjaring pelanggan. Aksi bakar uang itu dilakukan dengan memberikan segudang promo sebagai daya tarik.

LinkAja sebagai fintech besutan badan usaha milik negara (BUMN) pun buka-bukaan soal aksi bakar uang. Dijelaskan Direktur Marketing LinkAja Edward Kilian Suwignyo, pihaknya tak terlalu agresif menggunakan strategi tersebut untuk menangkap pasar.

"Yang pasti kan kalau kita lihat dari sisi pembakaran uang kita paling sedikit. Kita masih ada (bakar uang) cuma dalam satu tahap yang memang itu sensible (dilakukan dengan bijak)," kata dia kepada wartawan saat acara Milad LinkAja Syariah pekan lalu.

Menurutnya, para pengguna bertransaksi memakai LinkAja memang kecenderungannya tidak mengejar diskon, melainkan mempertimbangkan value proposition atau nilai manfaat produk/layanan.

Sebagai layanan dompet digital (e-wallet), dia menyatakan LinkAja memiliki nilai manfaat yang jelas. Sebab, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk bertransaksi di banyak tempat, mulai dari minimarket, transportasi online, hingga jaringan transportasi umum Jabodetabek. Selain itu, saldo di LinkAja juga bisa ditarik tunai di ATM.

"Nah karena value proposition-nya jelas, orang makai kita itu nggak terlalu tergantung sama diskon," sebutnya.

Dia mengakui bahwa e-wallet yang hobi bakar uang untuk memberikan diskon memang lebih banyak peminatnya. Pertanyaannya, mau sampai kapan strategi semacam itu bisa diterapkan? Begitu diskon habis, pengguna akan pindah ke layanan lain yang masih menyediakan diskon.

Untuk itu, pihaknya tak mau terlalu jor-joran bakar uang. Tapi berapa banyak anggaran yang dialokasikan untuk itu, dia tak mau membukanya ke publik. Yang jelas, pihaknya melakukan bakar uang sekedar agar orang mau mencoba LinkAja.

"Kalau kita ngasih, pasti kita ngasih tapi untuk insentif supaya orang mau coba," tambahnya.

Edward mengatakan, ketimbang melakukan strategi tersebut, LinkAja akan berfokus kepada peningkatan dan ekspansi layanan di merchant-merchant. Menurutnya, ini akan lebih efektif dan bersifat jangka panjang.

(toy/zlf)