CT Sebut Pinjol Ilegal Bisa Musnah Asal Rakyat Makmur

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 13:35 WIB
Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, bicara mengenai kondisi ekonomi usai Pilpres 2019. Menurutnya, usai pemilu data ekonomi biasanya menunjukkan perbaikan.
Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini berkunjung ke Transmedia. Kedatangannya untuk berdiskusi langsung dan membahas terkait kripto haram hingga pinjol ilegal dalam koridor ekonomi syariah.

Usai berdiskusi panjang, Chairman CT Corp, Chairul Tanjung merangkum seluruh pembicaraan tersebut. Pada dasarnya ekonomi syariah masih memiliki peluang yang sangat besar untuk ditumbuhkan.

"Ekonomi syariah masih jauh lebih kecil dari ekonomi konvensional. Tadi dikatakan jumlah masyarakat muslim dunia 1,9 miliar orang, penduduk Indonesia yang beragama muslim 231 juta orang. Ini kan potensi besar. Tapi tadi disampaikan Pak Wapres bahwa pemerintah nggak bisa sendiri, butuh semua pihak, apakah itu pengusaha, termasuk media untuk membangun ekonomi syariah," tuturnya dalam acara Diskusi Transmedia Institute, Kamis (2/12/2021).

CT juga menyinggung soal pembahasan maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal yang menelan banyak korban. Menurutnya pinjol seharusnya bisa musnah dengan sendirinya jika masyarakat Indonesia makmur.

"Tadi ada pertanyaan pinjol, pinjol ini terjadi karena ada masalah ekonomi. Kalau masyarakatnya makmur maka nggak ada pinjol. Karena bunganya tinggi, nggak ada bedanya pinjol ilegal dengan rentenir," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut CT, dengan mengembangkan ekonomi syariah bisa membantu memerangi pinjol ilegal. Sebab Indonesia dengan penduduk muslim terbanyak di dunia memiliki potensi besar mendulang keuntungan dari ekonomi syariah.

"Kalau ekonomi syariah ini bisa kita majukan bersama, maka tujuan utamanya bagaimana ekonomi umat bisa maju, sehingga kesejahteraan masyarakat maju dan otomatis ekonomi syariah sebagai alat bisa tumbuh kembang dengan cepat," tambahnya.

Simak juga 'Polri Ungkap Jaringan Pinjol Ilegal, Sita Rp 217 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)