Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin memaparkan angka inflasi selama Januari-Februari di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/3/2012). Dalam kesempatan tersebut, BPS juga menyatakan jika kenaikan harga BBM per Rp 500 maka memicu inflasi langsung sekitar 0,31 persen. Sementara itu terdapat inflasi tidak langsung sekitar 1,5-2 kali lipat dibandingkan inflasi langsungnya.
Dalam kesempatan tersebut, BPS memastikan inflasi pasca kenaikan harga BBM tidak terlampau tinggi seperti dinyatakan para analis yang mencapai 6,5 persen.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Djamal menyatakan dampak inflasi tidak langsung ini terjadi jika kenaikan harga BBM diberlakukan untuk semua kendaraan. Namun, jika kendaraan umum tidak dikenakan kenaikan harga maka inflasi tidak langsung ini tidak ada.