Duh...Dampak Krisis Global, Ekspor Anjlok Drastis

Neraca perdagangan produk migas lainnya mengalami surplus. Surplus tertinggi terjadi pada neraca perdagangan gas yang mencapai USD 9,7 miliar.
Impor selama semester pertama ini masih didominasi oleh impor bahan baku/penolong yang mencapai USD 70,3 miliar atau naik 11,8 persen (YoY).
Impor barang konsumsi mencapai USD 6,8 miliar atau naik 6,5 persen (YoY), sementara impor barang modal mencapai USD 19,4 miliar atau naik 34,9 persen (YoY).
Ketiga golongan penggunaan barang, impor barang modal mengalami peningkatan tertinggi dipicu oleh meningkatnya impor kapal terbang dan bagiannya yang naik mencapai 73,7 persen, kendaraan bermotor dan bagiannya naik 45,3 persen, barang dari besi/baja naik 43,3 persen, serta mesin dan peralatan mekanik yang naik sebesar 25,4 persen.
Neraca perdagangan produk migas lainnya mengalami surplus. Surplus tertinggi terjadi pada neraca perdagangan gas yang mencapai USD 9,7 miliar.
Impor selama semester pertama ini masih didominasi oleh impor bahan baku/penolong yang mencapai USD 70,3 miliar atau naik 11,8 persen (YoY).
Impor barang konsumsi mencapai USD 6,8 miliar atau naik 6,5 persen (YoY), sementara impor barang modal mencapai USD 19,4 miliar atau naik 34,9 persen (YoY).
Ketiga golongan penggunaan barang, impor barang modal mengalami peningkatan tertinggi dipicu oleh meningkatnya impor kapal terbang dan bagiannya yang naik mencapai 73,7 persen, kendaraan bermotor dan bagiannya naik 45,3 persen, barang dari besi/baja naik 43,3 persen, serta mesin dan peralatan mekanik yang naik sebesar 25,4 persen.