CEO Citilink Arif Wibowo memaparkan pasar penerbangan murah yang masih terbuka luas. Maskapai penerbangan murah Citilink yang baru beroperasi secara resmi sejak 8 bulan lalu menyatakan siap menantang para pemain mapan di kelas ini seperti Lion Air dan AirAsia untuk rute domestik.
Deretan pesawat terparkir di Bandara Ngurah Rai, Bali. Menurut data Kemenhub, penumpang domestik mencapai 63,62 persen pada 2012. Angka tersebut diprediksi melonjak hingga 10 persen pada tahun 2013, meski analis menyatakan lebih optimis yakni tumbuh hingga 15 persen.
Dalam grafik statistik, pertumbuhan penumpang sangat menjanjikan. Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan kelas menengah yang menggembirakan hingga 70 persen.
Senior Adviser Citilink Peter Gontha sangat optimis mampu merebut kue persaingan penerbangan murah. Strateginya, kata Peter Gontha yakni dengan memperkuat branding dan marketing. "Kalau pembantu saya atau tukang bakso sudah tahu apa itu Citilink, itu sudah sukses," kata Peter di Bali, Selasa (28/5).
CEO Citilink (3 dari kanan) bersama para stakeholder dunia penerbangan berfoto bersama. Citilink menyatakan akan terus melakukan penetrasi pasar, salah satunya manambah jumlah pesawat baru jenis Airbus A320, 10 unit pertahun.