Di sejumlah pasar, harga kedelai naik menjadi Rp 9.200/Kg dari harga normal Rp 7.700-8.000/Kg.
Akibat naiknya harga kedelai, sejumlah perajin tempe dan tahu terpaksa berhenti produksi.
Selain tidak beroprasinya sejumlah perajin tempe dan tahu serta mahalnya kedelai yang berdampak pada mahalnya harga jual tempe menyebabkan sejumlah pedagang tempe juga berhenti berjualan.
Kalaupun ada yang berjualan, penjual terpaksa memangkas ukuran tempe yang dijualnya menjadi lebih kecil dengan harga yang sama.
Untuk menyesuaikan daya beli masyarakat, penjual tempe dan tahu tidak menaikkan harga, namun mengurangi ukuran tempe dan tahu.
Konsumen pun mengeluhkan naiknya harag tempe akibat naiknya harga kedelai.