Seorang petugas tampak sedang memberikan penjelasan kepada calon pengguna RFID Tag yang akan dipasangkan di mobilnya di SPBU Pertamina CIkini, Kamis (24/10/2013).
Senior Vice President Retail and Marketing Pertamina Suhartoko mengatakan, sebagian besar peralatan untuk penerapan sistem RFID masih berasal dari impor sehingga berpengaruh terhadap kondisi perekonomian global.
Project Manager RFID Jefri Wahyudi menyebutkan, pihaknya mmebutuhkan dana sedikitnya Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun untuk pengembangan penerapan RFID.
Terkait soal pendanaan, Pertamina tengah mencari solusi dari pihak perbankan.
Namun, pihaknya optimis jika pada Juli 2014 nanti penerapan RFID akan terpasang secara menyeluruh.
Seorang petugas SPBU memasang alat sistem Radio Frequency Identification (RFID).