Dengan harga saham tersebut, maka perusahaan jamu itu bisa meraup dana sekitar Rp 810-990 miliar.
Dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk modal kerja, investasi, dan pengembangan sistem teknologi dan informasi (TI).
Hadir dalam acara tersebut Irwan hidayat selaku Direktur Utama, dan jajaran direksi Sofyan Hidayat, David Hidayat, dan Revi Firmansyah.
Sekitar 56% dana hasil initial public offering (IPO) ini akan dialokasikan untuk mendukung modal kerja, sebanyak 42% untuk investasi, dan 2% sisanya untuk pengembangan sistem IT.
Sebagian dana yang sudah dialokasikan untuk investasi akan dipakai untuk membeli tanah sekitar 10 HA di Semarang. Di tanah barunya itu perseroan akan membangun pabrik baru untuk memproduksi produk Tolak Angin.