Bukti Piringan Hitam Masih Eksis jadi Bisnis

Geliat bisnis musik jadul ini bisa dilihat potretnya di Blok M Square, Jakarta Selatan. Tepatnya di lantai basement banyak toko yang menjual piringan hitam dan kaset pita. Selain itu, piringan hitam juga dijual di Jalan Surabaya Menteng, Jakarta Pusat.

Salah satu penjual piringan hitam di Blok M menceritakan bahwa bisnis ini sempat nyaris pudar.

Para pedagang yakin musik-musik jadul dari piringan hitam tidak akan pernah kehilangan penikmatnya. Biar kata ketinggalan zaman, musik jadul tetap punya tempat tersendiri di hati masyarakat.

Para pedagang mengakui geliat bisnis piringan hitam masih cemerlang. Kini harga piringan hitam bertambah mahal karena semakin langka.

Piringan hitam ini dijual dengan harga Rp 300 ribuan sampai Rp 5 jutaan.

Mahalnya harga piringan hitam itu ditentukan oleh kelangkaan barang dan popularitas band atau penyanyinya.

Kelangkaan barang memang jadi kunci penentu harga barang kuno seperti ini karena memang sudah tidak diproduksi lagi. Apalagi barang yang sudah langka namun kualitasnya masih bagus, harganya bakal lebih mahal lagi.

Bisnis barang bekas ini bisa bertahan di tengah perkembangan zaman. Bahkan harganya malah makin mahal.

Di era modern seperti sekarang ini, rupanya pamor dari piringan hitam tak memudar. Hal itu dibuktikan dari banyaknya toko-toko yang masih eksis menjual piringan hitam.

Demikian pula bisnis kaset pita yang biasa diperdengarkan lewat perangkat radio. Kaset-kaset pita ini sama langkanya dengan piringan hitam, sementara yang mencarinya banyak.

Karena langka, kaset pita jadul pun menjadi barang buruan.

Kalau harga kaset pita mungkin tak semahal piringan hitam. Namun untuk lagu-lagu tertentu harganya juga bisa sampai jutaan rupiah.

Geliat bisnis musik jadul ini bisa dilihat potretnya di Blok M Square, Jakarta Selatan. Tepatnya di lantai basement banyak toko yang menjual piringan hitam dan kaset pita. Selain itu, piringan hitam juga dijual di Jalan Surabaya Menteng, Jakarta Pusat.
Salah satu penjual piringan hitam di Blok M menceritakan bahwa bisnis ini sempat nyaris pudar.
Para pedagang yakin musik-musik jadul dari piringan hitam tidak akan pernah kehilangan penikmatnya. Biar kata ketinggalan zaman, musik jadul tetap punya tempat tersendiri di hati masyarakat.
Para pedagang mengakui geliat bisnis piringan hitam masih cemerlang. Kini harga piringan hitam bertambah mahal karena semakin langka.
Piringan hitam ini dijual dengan harga Rp 300 ribuan sampai Rp 5 jutaan.
Mahalnya harga piringan hitam itu ditentukan oleh kelangkaan barang dan popularitas band atau penyanyinya.
Kelangkaan barang memang jadi kunci penentu harga barang kuno seperti ini karena memang sudah tidak diproduksi lagi. Apalagi barang yang sudah langka namun kualitasnya masih bagus, harganya bakal lebih mahal lagi.
Bisnis barang bekas ini bisa bertahan di tengah perkembangan zaman. Bahkan harganya malah makin mahal.
Di era modern seperti sekarang ini, rupanya pamor dari piringan hitam tak memudar. Hal itu dibuktikan dari banyaknya toko-toko yang masih eksis menjual piringan hitam.
Demikian pula bisnis kaset pita yang biasa diperdengarkan lewat perangkat radio. Kaset-kaset pita ini sama langkanya dengan piringan hitam, sementara yang mencarinya banyak.
Karena langka, kaset pita jadul pun menjadi barang buruan.
Kalau harga kaset pita mungkin tak semahal piringan hitam. Namun untuk lagu-lagu tertentu harganya juga bisa sampai jutaan rupiah.