Foto Bisnis

Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat

Pradita Utama - detikFinance
Jumat, 08 Nov 2019 12:07 WIB

Nunukan - Salah satu mata pencaharian warga di Pulau Sebatik adalah menjadi nelayan. Selain itu ada pula warga yang mengembangkan usaha pengolahan hasil laut di sana.

Kampung Nelayan Baliwan merupakan salah satu permukiman warga yang berada di Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Warga di kampung ini kebanyakan mencari nafkah sebagai nelayan. Sejumlah anak-anak nampak berkumpul di salah satu kapal milik warga yang baru pulang usai melaut.

Seorang anak menunjukkan kepiting hasil tangkapan seorang nelayan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

Selain menggantungkan hidup sebagai nelayan, warga di sana juga ada yang membuka usaha pengolahan hasil laut seperti pembuatan udang kering dan kerupuk.

Produk ikan kering (asin) dan udang kering, serta kerupuk udang dari Desa Binalawan, Sebatik, Baupaten Nunukan kini mulai mengisi permintaan pasar Tawau, Sabah, Malaysia, Nunukan, dan Tarakan.

Produk ikan kering hasil olahan warga di kampung nelayan Baliwan dihargai Rp 90 ribu per kilogram. Sedangkan untuk udang kering dibanderol hingga Rp 60 ribu per kilogram.

Pengolahan ikan dan udang kering ini diusahakan oleh para istri-istri nelayan dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga.

Melaut menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh para nelayan di kawasan tersebut. Setiap kali melaut para nelayan setidaknya menyiapkan uang senilai Rp 1,5 juta untuk membeli 200 liter solar.

Tingginya permintaan atas produk hasil laut dari Kampung Nelayan Baliwan membuat produk hasil laut dari kampung tersebut bernilai cukup tinggi saat dijual di negara tetangga.  Pedagang ikan dan udang kering menjual kembali ikan kering di Nunukan, Tawau atau Tarakan seharga Rp120 ribu atau untung Rp30 ribu/kilogram dan udang kering Rp100 ribu/kilogram, atau mengambil untung Rp40 ribu/kilogram.

Meski penghasilan para nelayan dan pengrajin ikan dan udang  kering terlihat cukup tinggi, tapi belum membuat ekonomi warga disana  membaik sebab, mereka hanya melaut dua minggu dalam sebulan. Artinya 15 hari kerja, 15 hari menganggur.

Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat
Mengintip Kehidupan Warga di Desa Nelayan Baliwan Sebatik Barat