Foto Bisnis

Melihat dari Dekat PLTU Indramayu

Dikhy Sasra - detikFinance
Minggu, 19 Jan 2020 10:18 WIB

Indramayu - PLTU Indramayu merupakan pembangkit listrik tenaga uap yang berada di kawasan Indramayu. Pembangkit listrik ini memiliki total kapasitas energi sebesar 3x330 MW

PLTU Indramayu, merupakan pembangkit listrik tenaga uap yang berdiri di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pembangkit listrik yang dikelola oleh anak usaha PLN, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) memiliki total kapasitas energi sebesar 3x330 megawatt (MW).
Energi yang dihasilkan pembangkit ini mampu menyuplai listrik di wilayah Jawa dan Bali. Sejak 10 tahun lalu, PLTU Indramayu dikenal sebagai objek vital nasional, yang menyuplai energi listrik untuk Jawa dan Bali, utamanya kawasan Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pembangkit listrik Indramayu sisi utara berbatasan langsung dengan pantai utara pulau Jawa. Di sisi lainnya, pembangkit ini dikelilingi oleh hijaunya persawahan.
PLTU Indramayu berhasil memperoleh penghargaan Proper Hijau. Proper adalah program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sejak tahun 1995. Program ini dilakukan untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya.

Proper Hijau diberikan kepada perusahaan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan oleh KLH. PLTU Indramayu memanfaatkan sisa hasil pembakaran batu bara berupa fly ash dan bottom ash untuk dikelola menjadi paving block.
Sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Jawa Barat, PT PJB juga terus mendukung pertanian di sekitar PLTU Indramayu dengan mendorong masyarakat untuk menggunakan pupuk organik melalui berbagai pelatihan dan pembinaan

PLTU Indramayu kini juga sedang melakukan uji coba penggunaan pelet sebagai campuran batubara untuk menghasilkan listrik. Arif menjelaskan bahwa setiap hari PLTU Indramayu rata-rata membutuhkan 4.000 ton batubara per unit, sehingga total jika 3 unit beroperasi kebutuhan mencapai 12.000 ton. Dengan pemanfaatan pelet diharapkan dapat menurunkan penggunaan batubara.
Sasaran inovasi penggunaan pelet ini tidak hanya untuk menghemat biaya pokok penyediaan, tetapi juga bisa mengurangi sampah yang saat ini masih menjadi masalah di beberapa daerah.
Selain PLTU Indramayu, terdapat 16 pembangkit yang mendapat Proper Hijau, yaitu PLTGU Priok, PLTU Suralaya 1-7, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTP Gunung Salak, PLTU Suralaya 8, PLTU Paiton 9, PLTGU Tambak Lorok, PLTGU Muara Tawar, PLTU Rembang, PLTG Gilimanuk, PLTGU Perak Grati, PLTG Pemaron, PLTU Lontar, PLTGU Keramasan dan PLTU Labuan.
Bahkan lima pembangkit PLN berhasil mendapatkan proper emas, yaitu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tanjung Jati B, Jepara yang dikelola langsung oleh PLN, PLTU Paiton Unit 1 - 2, Probolinggo dan PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) Gresik yang dikelola oleh PJB, serta PLTDG (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas) Pesanggaran, Denpasar dan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Kamojang Darajat, Kabupaten Bandung yang dikelola oleh IP. Proper Emas menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan.
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu
Melihat dari Dekat PLTU Indramayu