Foto Bisnis

Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 19:30 WIB

Bandung - Menikmati kopi manual brew di kafe sudah biasa, berbeda dengan ini. Penjual kopi manual ini menggunakan sepeda untuk dinikmati oleh warga menengah ke bawah.

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe-kafe mungkin sudah biasa, berbeda dengan kopi satu ini. Penjual kopi seduhan manual ini menggunakan sepeda agar bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah.

Sepeda kopi atau yang biasa disebut Starling (Starbike Keliling) atau Coffee Bike ini bukan menjual kopi sachet melainkan kopi dari biji kopi pilihan asal Bandung, Jakarta hingga Etiophia.  

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe-kafe mungkin sudah biasa, berbeda dengan kopi satu ini. Penjual kopi seduhan manual ini menggunakan sepeda agar bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah.

Adalah Angga Gilang Ramadhan, sosok di balik penjual kopi keliling bernama Matisti Beverage. Setiap pagi, sepeda dengan kotak penyimpanan kecil di belakang itu terparkir di Lapangan Gor Saparua, Kota Bandung.  

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe-kafe mungkin sudah biasa, berbeda dengan kopi satu ini. Penjual kopi seduhan manual ini menggunakan sepeda agar bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah.

Sebelum menggunakan sepeda, Angga mengatakan, sudah memasuki usaha perkopian ini sejak Juni 2020 lalu. Karena kesukaannya kepada kopi dan sepeda, akhirnya dia memutuskan untuk resign dari tempat kerja kemudian membuka usaha yang unik dan sesuai dengan kemampuannya dalam meracik kopi.  

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe-kafe mungkin sudah biasa, berbeda dengan kopi satu ini. Penjual kopi seduhan manual ini menggunakan sepeda agar bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah.

Jenis kopi dan non-kopi yang disajikan pun terbilang sama dengan kafe-kafe pada umumnya. Ada Japanese, V20, Greentea, Thai tea, Coklat dan masih banyak lagi.  

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe-kafe mungkin sudah biasa, berbeda dengan kopi satu ini. Penjual kopi seduhan manual ini menggunakan sepeda agar bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah.

Angga mengatakan di awal-awal sempat mengalami kesulitan apalagi mulai berjualan saat pandemi COVID-19.   

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe-kafe mungkin sudah biasa, berbeda dengan kopi satu ini. Penjual kopi seduhan manual ini menggunakan sepeda agar bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah.

Tapi hal itu tak jadi soal, lantaran kecintaannya pada kopi bukan hanya mencari profit tapi juga mengedukasi pembeli agar menyukai kopi dari biji kopi asli nusantara.  

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe-kafe mungkin sudah biasa, berbeda dengan kopi satu ini. Penjual kopi seduhan manual ini menggunakan sepeda agar bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah.

Kebanyakan pembeli dari orang-orang yang olahraga pagi di sekitar Lapang Saparua atau sesekali ada yang sengaja untuk memenuhi rasa pemasarannya karena sempat ramai di media sosial.  

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe-kafe mungkin sudah biasa, berbeda dengan kopi satu ini. Penjual kopi seduhan manual ini menggunakan sepeda agar bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah.

Harga yang ditawarkan pun terbilang ramah di kantong mulai dari Rp 7.000 sampai Rp. 15.000. Matisti mulai pangkal di Lapang Saparua dari pukul 07.00-11.00 WIB dan di Taman Cibeunying dari pukul 19.00-22.00 WIB setiap hari.   

Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi
Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi
Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi
Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi
Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi
Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi
Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi
Meraup Cuan Lewat Jualan Kopi Keliling di Masa Pandemi