Mengenal Bipang, Makanan Khas Pasuruan yang Kini Jadi Sorotan

Pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang menuai perdebatan. Pasalnya, makanan yang berbahan babi ini dipromosikan sebagai oleh-oleh lebaran. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dalam twitternya menulis soal bipang yang dimaksud Jokowi. Dalam tweet-nya, Fadjroel mengunggah foto bipang yang berbahan beras. Kemasannya adalah Bipang Jangkar Pasuruan.
Bipang yang dimaksud Fadjroel adalah makanan khas Pasuruan. Penganan ini bisa ditemui di Toko Bipang Jangkar, Jalan Lombok, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Pasuruan. Di toko yang sekaligus tempat produksi ini, anda bisa memilih aneka bentuk, ukuran dan rasa bipang.
 
Pemilik toko Bipang Jangkar Pasuruan, Siou, mengatakan selain dijual di toko tersebut, bipang produksinya juga bisa ditemui di banyak toko di Pasuruan.
 
Menurut Siou, Bipang Jangkar sudah ada di Pasuruan sejak 1940 dan mulai dikenal luas pada 1949. Jajanan ini terbuat dari beras yang dimekarkan kemudian diberi gula.
Siou mengatakan kata 'Bipang' berasal dari bahasa Mandarin, 'Mi-fang', yang berarti 'beras yang wangi'. Seiring perjalanan waktu, semakin banyak varian ukuran dan rasa. Meski tertulis bipang, tak sedikit warga yang menyebutnya jipang. Bipang Jangkar dijual satuan juga kemasan oleh-oleh. Harganya mulai Rp 6.000-40.000.
Pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang menuai perdebatan. Pasalnya, makanan yang berbahan babi ini dipromosikan sebagai oleh-oleh lebaran. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dalam twitternya menulis soal bipang yang dimaksud Jokowi. Dalam tweet-nya, Fadjroel mengunggah foto bipang yang berbahan beras. Kemasannya adalah Bipang Jangkar Pasuruan.
Bipang yang dimaksud Fadjroel adalah makanan khas Pasuruan. Penganan ini bisa ditemui di Toko Bipang Jangkar, Jalan Lombok, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Pasuruan. Di toko yang sekaligus tempat produksi ini, anda bisa memilih aneka bentuk, ukuran dan rasa bipang. 
Pemilik toko Bipang Jangkar Pasuruan, Siou, mengatakan selain dijual di toko tersebut, bipang produksinya juga bisa ditemui di banyak toko di Pasuruan. 
Menurut Siou, Bipang Jangkar sudah ada di Pasuruan sejak 1940 dan mulai dikenal luas pada 1949. Jajanan ini terbuat dari beras yang dimekarkan kemudian diberi gula.
Siou mengatakan kata Bipang berasal dari bahasa Mandarin, Mi-fang, yang berarti beras yang wangi. Seiring perjalanan waktu, semakin banyak varian ukuran dan rasa. Meski tertulis bipang, tak sedikit warga yang menyebutnya jipang. Bipang Jangkar dijual satuan juga kemasan oleh-oleh. Harganya mulai Rp 6.000-40.000.