Kripik Lompong, dari Tanaman Liar Menjadi Rupiah

Seorang ibu memotong batang daun tanaman lompong di Sawit, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/12).

Kelompok wanita tani setempat memanfaatkan tanaman lompong yang tumbuh liar untuk diolah menjadi keripik dan memiliki nilai ekonomi.

Kripik lompong kemudian dipasarkan dengan harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per bungkus. 

Seorang ibu memotong batang daun tanaman lompong di Sawit, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/12).
Kelompok wanita tani setempat memanfaatkan tanaman lompong yang tumbuh liar untuk diolah menjadi keripik dan memiliki nilai ekonomi.
Kripik lompong kemudian dipasarkan dengan harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per bungkus.