Ribuan Pekerja Asing Penipuan Online Terlantar di Perbatasan Myanmar-Thailand
Ribuan warga negara asing yang dibebaskan dari pusat-pusat operasi penipuan daring di Myanmar terkatung-katung di perbatasan dengan Thailand setelah penindakan keras multinasional terhadap kompleks-kompleks yang dijalankan oleh geng-geng kriminal, Senin (24/2).
Dua kelompok bersenjata Myanmar - Tentara Nasional Karen (KNA) dan Tentara Buddha Karen Demokratik (DKBA) - saat ini menahan sekitar 7.000 mantan pekerja pusat penipuan tetapi tidak dapat mengirim mereka ke Thailand.
Dalam beberapa minggu terakhir, pihak berwenang dari Tiongkok, Thailand, dan Myanmar telah berupaya membongkar pusat penipuan dan operasi daring ilegal di perbatasan, bagian dari jaringan kompleks ilegal di seluruh Asia Tenggara tempat ratusan ribu orang telah diperdagangkan oleh geng-geng, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Mayoritas pekerja ini adalah warga Tiongkok, dengan sekitar 1.000 orang dari negara asing lainnya, menurut para pekerja bantuan. Banyak mantan pekerja pusat penipuan ditahan dalam kondisi yang buruk dan pihak berwenang setempat khawatir tentang kurangnya sanitasi dan fasilitas kesehatan.