Potret Kampung Starling Kwitang, Denyut Hidup Pedagang Kopi Keliling Jakarta
Kampung ini menjadi rumah bagi ratusan pedagang kopi keliling atau starling yang setiap hari menyusuri jalanan ibu kota demi mengais rezeki, Rabu (7/1/2026).
Mayoritas warga Kampung Starling merupakan perantau asal Madura yang datang ke Jakarta sejak awal 2000-an.
Dengan bersepeda atau mendorong gerobak, mereka menjajakan kopi dan minuman hangat kepada pelanggan di berbagai sudut kota, dari perkantoran hingga permukiman padat penduduk.
Aktivitas di kampung ini dimulai sejak dini hari. Para pedagang terlihat sibuk menyiapkan dagangan, mulai dari memeriksa peralatan seduh, mengisi termos air panas, hingga menata bahan kopi di sepeda yang akan digunakan berjualan.
Suasana kampung pun hidup dengan aktivitas persiapan sebelum para starling berpencar ke rute masing-masing.
Sistem distribusi di Kampung Starling telah tertata rapi. Terdapat sekitar 10 agen atau distributor yang menaungi puluhan pedagang. Para agen mencatat setoran harian, sekaligus mendistribusikan stok kopi dan perlengkapan dagang kepada para penjual.
Di sudut kampung, tampak ibu-ibu turut membantu merapikan gerobak dan menyiapkan kebutuhan berjualan. Dari lorong-lorong sempit di Kwitang, para pedagang kopi keliling ini mengayuh sepeda setiap hari, membawa harapan dan secangkir kopi hangat bagi warga Jakarta.
Keberadaan Kampung Starling Kwitang menjadi potret nyata denyut ekonomi rakyat kecil yang bertahan di tengah kerasnya kehidupan kota metropolitan.