Di sejumlah sentra produksi, panganan khas Imlek tersebut bahkan menjadi rebutan karena pesanan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Di sebuah pabrik dodol dan kue keranjang di Kota Tangerang, para pekerja tampak sibuk menyusun dan memproduksi kue keranjang sejak pagi.
Produksi yang biasanya menghabiskan sekitar satu ton adonan per hari kini meningkat menjadi dua ton untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.
Lonjakan pesanan datang dari berbagai wilayah di Tangerang dan sekitarnya. Para produsen menyebut peningkatan ini terjadi seiring semakin dekatnya perayaan Imlek, di mana kue keranjang atau nian gao menjadi sajian wajib di banyak keluarga Tionghoa.
Kue keranjang terbuat dari tepung ketan dan gula, dengan tekstur lengket dan rasa manis. Secara filosofis, kue ini melambangkan kemakmuran, keberuntungan, serta harapan akan peningkatan rezeki dan kedudukan yang lebih baik di tahun yang baru.
Selain dikonsumsi langsung, kue keranjang juga kerap diolah menjadi berbagai sajian, seperti digoreng dengan telur atau dipadukan dengan makanan lain.
Nama kue keranjang sendiri berasal dari proses pembuatannya yang menggunakan cetakan berbentuk keranjang bambu kecil.
Para produsen berharap, peningkatan permintaan ini dapat terus berjalan hingga puncak perayaan Imlek, sekaligus membawa berkah ekonomi bagi pelaku usaha pangan tradisional.