Jakarta - Pemerintah siapkan Rp55 triliun untuk THR 10,5 juta aparatur, serta meminta pihak swasta membayarkan THR secara penuh tanpa dicicil kepada pekerja.
Foto Bisnis
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta Aparatur Negara
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (ketiga kiri), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (keempat kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fauzan
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (ketiga kiri), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (keempat kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026).Β ANTARA FOTO/Fauzan
Airlangga mengatakan komponen THR tahun ini tidak dipotong sama sekali. Seluruh komponen akan dibayarkan 100% sesuai dengan regulasi yang berlaku.Β ANTARA FOTO/Fauzan
Rincian alokasi anggaran THR di tahun ini meliputi Rp 22,2 triliun untuk 2,4 juta ASN Pusat dan TNI/Polri, kemudian Rp 20,2 triliun untuk 4,3 juta ASN daerah, dan Rp 12,7 triliun untuk 3,8 juta pensiunan.Β ANTARA FOTO/Fauzan
Selain itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan total pengemudi yang mendapatkan BHR diperkirakan sekitar 850.000 orang. pengemudi aktif bisa mendapatkan BHR Rp 150.000 per orang untuk kendaraan roda dua. Sementara pengemudi kendaraan roda empat bisa Rp 200.000 per orang.Β ANTARA FOTO/Fauzan











































