Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta Aparatur Negara

Foto Bisnis

Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta Aparatur Negara

Agung Pambudhy - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 17:00 WIB

Jakarta - Pemerintah siapkan Rp55 triliun untuk THR 10,5 juta aparatur, serta meminta pihak swasta membayarkan THR secara penuh tanpa dicicil kepada pekerja.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (ketiga kiri), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (keempat kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya untuk membayar THR bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara serta meminta pihak swasta membayarkan THR secara penuh tanpa dicicil kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Fauzan/hma/tom.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (ketiga kiri), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (keempat kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fauzan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya untuk membayar THR bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara serta meminta pihak swasta membayarkan THR secara penuh tanpa dicicil kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Fauzan/hma/tom.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (ketiga kiri), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (keempat kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026).Β ANTARA FOTO/Fauzan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya untuk membayar THR bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara serta meminta pihak swasta membayarkan THR secara penuh tanpa dicicil kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Fauzan/hma/tom.

Airlangga mengatakan komponen THR tahun ini tidak dipotong sama sekali. Seluruh komponen akan dibayarkan 100% sesuai dengan regulasi yang berlaku.Β ANTARA FOTO/Fauzan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) berbincang dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kedua kanan) saat Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) menyampaikan keterangan terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya untuk membayar THR bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara serta meminta pihak swasta membayarkan THR secara penuh tanpa dicicil kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Fauzan/hma/tom.

Rincian alokasi anggaran THR di tahun ini meliputi Rp 22,2 triliun untuk 2,4 juta ASN Pusat dan TNI/Polri, kemudian Rp 20,2 triliun untuk 4,3 juta ASN daerah, dan Rp 12,7 triliun untuk 3,8 juta pensiunan.Β ANTARA FOTO/Fauzan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kanan) bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (kedua kanan), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kedua kiri) berjalan untuk menyampaikan konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya untuk membayar THR bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara serta meminta pihak swasta membayarkan THR secara penuh tanpa dicicil kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Fauzan/hma/tom.

Selain itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan total pengemudi yang mendapatkan BHR diperkirakan sekitar 850.000 orang. pengemudi aktif bisa mendapatkan BHR Rp 150.000 per orang untuk kendaraan roda dua. Sementara pengemudi kendaraan roda empat bisa Rp 200.000 per orang.Β ANTARA FOTO/Fauzan

Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta Aparatur Negara
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta Aparatur Negara
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta Aparatur Negara
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta Aparatur Negara
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta Aparatur Negara
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads