Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Naik 16%

Peningkatan ini terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Senin (30/3/2026), di mana antrean kendaraan tampak lebih padat dari biasanya.
Sepanjang periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026, konsumsi BBM tercatat meningkat rata-rata 16 persen dibandingkan kondisi normal harian. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyebut peningkatan konsumsi BBM berkualitas ini sejalan dengan tren perjalanan jarak jauh yang dilakukan masyarakat selama periode Lebaran.
Tingginya kebutuhan BBM seiring dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat, baik untuk mudik maupun arus balik ke kota.
Berdasarkan data pemantauan pada 9 hingga 26 Maret 2026, konsumsi BBM jenis gasoline mengalami kenaikan signifikan. Produk dengan kadar oktan lebih tinggi mencatat lonjakan paling besar, seperti Pertamax (RON 92) yang naik 33,9 persen dan Pertamax Turbo yang meningkat 33,7 persen. Sementara itu, Pertamax Green mencatat kenaikan tertinggi hingga 95,8 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal.
Puncak konsumsi gasoline terjadi pada 19 Maret 2026, dengan kenaikan mencapai 37,8 persen dibandingkan kondisi normal. Adapun pada masa arus balik, konsumsi kembali meningkat sebesar 20,1 persen pada 26 Maret 2026.
Untuk BBM jenis gasoil, tren serupa juga terlihat. Konsumsi Pertamina Dex meningkat 27,4 persen, sedangkan Dexlite naik 4,9 persen dibandingkan kondisi normal harian.
Lonjakan ini menjadi indikator kuat tingginya pergerakan masyarakat selama musim libur, sekaligus mencerminkan peran vital BBM dalam mendukung mobilitas nasional di momen puncak tahunan tersebut.
Peningkatan ini terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Senin (30/3/2026), di mana antrean kendaraan tampak lebih padat dari biasanya.
Sepanjang periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026, konsumsi BBM tercatat meningkat rata-rata 16 persen dibandingkan kondisi normal harian. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyebut peningkatan konsumsi BBM berkualitas ini sejalan dengan tren perjalanan jarak jauh yang dilakukan masyarakat selama periode Lebaran.
Tingginya kebutuhan BBM seiring dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat, baik untuk mudik maupun arus balik ke kota.
Berdasarkan data pemantauan pada 9 hingga 26 Maret 2026, konsumsi BBM jenis gasoline mengalami kenaikan signifikan. Produk dengan kadar oktan lebih tinggi mencatat lonjakan paling besar, seperti Pertamax (RON 92) yang naik 33,9 persen dan Pertamax Turbo yang meningkat 33,7 persen. Sementara itu, Pertamax Green mencatat kenaikan tertinggi hingga 95,8 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal.
Puncak konsumsi gasoline terjadi pada 19 Maret 2026, dengan kenaikan mencapai 37,8 persen dibandingkan kondisi normal. Adapun pada masa arus balik, konsumsi kembali meningkat sebesar 20,1 persen pada 26 Maret 2026.
Untuk BBM jenis gasoil, tren serupa juga terlihat. Konsumsi Pertamina Dex meningkat 27,4 persen, sedangkan Dexlite naik 4,9 persen dibandingkan kondisi normal harian.
Lonjakan ini menjadi indikator kuat tingginya pergerakan masyarakat selama musim libur, sekaligus mencerminkan peran vital BBM dalam mendukung mobilitas nasional di momen puncak tahunan tersebut.