Krisis Plastik Jadi Berkah Kemasan Ramah Lingkungan

Tabung kertas kupas berbahan mineral untuk parfum padat diproduksi di pabrik kemasan kosmetik Yonwoo, Incheon, Korea Selatan. Produk ini menjadi alternatif kemasan ramah lingkungan di tengah dorongan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. REUTERS/Kim Soo-hyeon  

Perang Iran yang mengganggu pasokan bahan baku plastik di dunia justru membawa sisi positif tak terduga bagi industri di Asia. Harga plastik yang naik membuat pelaku usaha mulai mencari bahan pengganti yang lebih ramah lingkungan. REUTERS/Kim Soo-hyeon  

Sejumlah perusahaan mulai beralih ke bahan kemasan ramah lingkungan seperti kertas dan bambu. Perubahan ini terjadi lebih cepat dibandingkan sebelumnya yang cenderung lambat. REUTERS/Kim Soo-hyeon  

Lonjakan biaya plastik membuat opsi non-plastik menjadi lebih kompetitif secara harga. Kondisi ini membuka peluang besar bagi produsen bahan alternatif untuk berkembang. REUTERS/Kim Soo-hyeon  

Inovasi di sektor kemasan pun semakin dipercepat. Banyak pelaku industri mulai mengembangkan solusi baru guna mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai. REUTERS/Kim Soo-hyeon  

Kesadaran lingkungan juga ikut meningkat di kalangan pelaku usaha. Krisis ini menjadi momentum untuk meninjau ulang praktik produksi yang selama ini bergantung pada plastik murah. REUTERS/Kim Soo-hyeon  

Meski dipicu oleh kondisi darurat, perubahan ini dinilai bisa menjadi titik awal transisi jangka panjang. Asia berpotensi mengurangi “kecanduan” plastik jika tren ini terus berlanjut. REUTERS/Kim Soo-hyeon    

Tabung kertas kupas berbahan mineral untuk parfum padat diproduksi di pabrik kemasan kosmetik Yonwoo, Incheon, Korea Selatan. Produk ini menjadi alternatif kemasan ramah lingkungan di tengah dorongan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. REUTERS/Kim Soo-hyeon  
Perang Iran yang mengganggu pasokan bahan baku plastik di dunia justru membawa sisi positif tak terduga bagi industri di Asia. Harga plastik yang naik membuat pelaku usaha mulai mencari bahan pengganti yang lebih ramah lingkungan. REUTERS/Kim Soo-hyeon  
Sejumlah perusahaan mulai beralih ke bahan kemasan ramah lingkungan seperti kertas dan bambu. Perubahan ini terjadi lebih cepat dibandingkan sebelumnya yang cenderung lambat. REUTERS/Kim Soo-hyeon  
Lonjakan biaya plastik membuat opsi non-plastik menjadi lebih kompetitif secara harga. Kondisi ini membuka peluang besar bagi produsen bahan alternatif untuk berkembang. REUTERS/Kim Soo-hyeon  
Inovasi di sektor kemasan pun semakin dipercepat. Banyak pelaku industri mulai mengembangkan solusi baru guna mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai. REUTERS/Kim Soo-hyeon  
Kesadaran lingkungan juga ikut meningkat di kalangan pelaku usaha. Krisis ini menjadi momentum untuk meninjau ulang praktik produksi yang selama ini bergantung pada plastik murah. REUTERS/Kim Soo-hyeon  
Meski dipicu oleh kondisi darurat, perubahan ini dinilai bisa menjadi titik awal transisi jangka panjang. Asia berpotensi mengurangi “kecanduan” plastik jika tren ini terus berlanjut. REUTERS/Kim Soo-hyeon